السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan karakter anak, Laboratorium Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menyelenggarakan Children’s Play Class 2026 bertema “Little Green Generation” di lingkungan kampus pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan
ini diikuti oleh anak-anak usia dini bersama orang tua, mahasiswa, serta dosen
sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui
pendekatan belajar sambil bermain yang edukatif, menyenangkan, dan sesuai
dengan karakteristik perkembangan anak.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pagi hari, dilanjutkan dengan
pembukaan dan pengarahan kegiatan. Dalam sambutannya, Kepala Laboratorium PAUD
STAIN SAR Kepri, Lina Eka Retnaningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa Children’s
Play Class merupakan salah satu program laboratorium yang dirancang untuk
menghadirkan pengalaman belajar autentik bagi anak sekaligus menjadi ruang
praktik pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi PIAUD.
Menurutnya,
tema “Little Green Generation” dipilih sebagai bentuk ikhtiar menanamkan
nilai kepedulian lingkungan kepada anak sejak usia dini, mengingat fase
tersebut merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan
positif.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal lingkungan sekitar, membangun kebiasaan menjaga kebersihan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak,” ungkapnya.

Setelah
sesi pembukaan dan dokumentasi bersama, peserta dibagi ke dalam beberapa
kelompok untuk mengikuti berbagai aktivitas inti yang telah disiapkan panitia.
Beragam permainan edukatif dan kegiatan berbasis eksplorasi lingkungan
dilaksanakan secara interaktif untuk mendorong keterlibatan aktif peserta.
Melalui
pendekatan tersebut, anak-anak memperoleh kesempatan belajar secara langsung
melalui pengalaman konkret yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif,
tetapi juga keterampilan sosial, kemampuan komunikasi, kreativitas, kerja sama,
serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa Program Studi PIAUD turut berperan aktif sebagai
fasilitator dan pendamping selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan mahasiswa
menjadi bagian penting dari implementasi pembelajaran berbasis praktik lapangan
yang memberikan pengalaman nyata dalam merancang, melaksanakan, serta
mengevaluasi aktivitas pendidikan anak usia dini.
Salah
seorang perwakilan orang tua peserta menyampaikan apresiasi atas
penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Children’s
Play Class memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak karena
dikemas secara menyenangkan namun tetap sarat nilai edukatif.
“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain bermain, mereka juga belajar memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami,” ujarnya.




Kegiatan
berlangsung dengan suasana penuh keceriaan hingga sesi penutupan. Antusiasme
peserta menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman menjadi salah satu
pendekatan efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sejak usia
dini.
Melalui
kegiatan ini, Laboratorium PAUD dan Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri
berharap dapat terus menghadirkan program-program inovatif yang mendukung
tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi,
keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang
berkelanjutan.
Menutup
kegiatan, Lina Eka Retnaningsih, M.Pd. menegaskan harapannya agar kegiatan ini
menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan,
memiliki karakter yang bertanggung jawab, kreatif, dan mencintai alam sebagai
bagian dari kehidupan.
“Anak-anak
tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga
diharapkan tumbuh menjadi generasi hijau yang mampu menjaga keberlanjutan
lingkungan di masa depan,” pungkasnya. (LF/Abrillia)
Pantun sebagai Akar Identitas, HMPS PAI STAIN SAR Kepri Dorong Pelestarian Budaya Berbasis Teknologi
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN