السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan penanaman 500 lamun di kawasan Pantai Nara, Bintan, pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampung Tripang dan Pantai Nara tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan sekaligus penguatan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan laut.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Pembina GenBI STAIN SAR Kepri, M. Azmi, M.E., aktivis
lingkungan Siti N. Setiawan dari Kampung Tripang dan Lamun Warrior Bintan,
serta pengurus GenBI STAIN SAR Kepri Tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan
berlangsung dengan semangat kolaboratif melalui aksi penanaman lamun dan
edukasi mengenai ekosistem laut berkelanjutan.
Dalam
kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya ekosistem
lamun sebagai salah satu penopang keseimbangan lingkungan pesisir. Lamun
diketahui memiliki berbagai manfaat ekologis, seperti menjadi habitat biota
laut, menjaga kejernihan air, mencegah abrasi pantai, menyerap karbon biru,
serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Pembina GenBI STAIN SAR Kepri, M. Azmi, M.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kepada mahasiswa tentang pentingnya penyerapan karbon biru oleh lamun sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan laut.

“Kegiatan
ini menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa agar memahami bahwa lamun memiliki
peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain sebagai
penyerap karbon biru, lamun juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota
laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Sementara
itu, Siti N. Setiawan dari komunitas Lamun Warrior Bintan menyampaikan bahwa
pihaknya selama ini aktif melakukan pelestarian ekosistem lamun di kawasan
pesisir Pulau Bintan. Selain fokus pada konservasi, komunitas tersebut juga
mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar lamun sebagai bentuk
edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Lamun Warrior hadir tidak hanya untuk menjaga kelestarian lamun, tetapi juga mengembangkan edukasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Ketua
Umum GenBI STAIN SAR Kepri, M. Fadlu, turut menyampaikan bahwa kegiatan
penanaman lamun menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa
dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan
ini tidak sekadar menanam lamun, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi kami
untuk terus menjaga kelestarian alam dan memahami pentingnya ekosistem pesisir
bagi keberlangsungan kehidupan,” ujarnya.
Melalui
kegiatan tersebut, GenBI STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa dapat menjadi agen
perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, meningkatkan kesadaran
terhadap pentingnya ekosistem lamun, serta terus menghadirkan inovasi dan aksi
nyata bagi keberlanjutan laut dan masyarakat di Pulau Bintan. (LF/MA)
Apel Pagi STAIN SAR Kepri Tekankan Efektivitas Realisasi Anggaran dan Penguatan Sinergi Kelembagaan
Gaungkan Konservasi Laut, GenBI STAIN SAR Kepri Tanam 500 Lamun di Pantai Nara Bintan
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN