السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir kembali ditegaskan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan bertajuk “Mangrove Education & Conservation: Hijaukan Pesisir, Lestarikan Bumi” yang dilaksanakan pada Minggu (3/5/2026) di Pantai Setumu.
Kegiatan
ini melibatkan berbagai unsur organisasi pecinta alam lintas kampus dan
komunitas, di antaranya Ketua Umum MAPALA SAR Diana Dwi Risti beserta anggota
penuh dan anggota muda MAPALA SAR, Anggota Muda MAHAPALA UMRAH, Anggota Muda
MAPALA Hang Tuah, perwakilan BRIMASPALA, serta pengurus MAPALA Hang Tuah yang
dipimpin oleh Zainal. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi mahasiswa dalam
membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada edukasi ekosistem mangrove dan aksi penanaman sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis lingkungan (experiential learning). Materi yang disampaikan mencakup peran strategis mangrove sebagai penyerap karbon biru (blue carbon), pelindung alami dari abrasi pantai, serta habitat penting bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada jenis-jenis mangrove serta karakteristik habitat tumbuhnya.

Ketua
Umum MAPALA SAR, Diana Dwi Risti, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan
baik meskipun menghadapi tantangan kondisi alam.
“Alhamdulillah
kegiatan tetap terlaksana dengan lancar, meskipun di lapangan kami menghadapi
cuaca hujan lebat dan kondisi air pasang. Hal ini membuat proses penanaman
harus menyesuaikan situasi, sehingga kami melakukan penanaman dengan metode
bedeng serta menanam propagul saat air pasang,” ujarnya.
Ia
juga menambahkan bahwa seluruh bibit berhasil ditanam dengan baik di beberapa
titik yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan. Kendati tidak berjalan
sepenuhnya sesuai rencana awal, kegiatan ini tetap memberikan pengalaman
berharga bagi seluruh peserta dalam memahami dinamika konservasi di wilayah
pesisir.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana, Syahid Albash, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi penting bagi penyelenggara dalam meningkatkan kesiapan teknis di masa mendatang.

“Kegiatan
ini berjalan cukup baik, namun faktor cuaca menjadi tantangan utama. Hal ini
menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan dapat mempersiapkan kegiatan
lapangan secara lebih matang,” jelasnya.
Melalui
kegiatan ini, MAPALA STAIN SAR Kepri tidak hanya menghadirkan ruang edukasi
ekologis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan kepada
generasi muda. Harapannya, bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh
optimal dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem Pantai
Setumu.
Lebih
jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen konservasi yang
memiliki kesadaran ekologis tinggi, serta mampu berkontribusi aktif dalam
menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan. (LF/Deni)
P3M STAIN Kepri Gelar Rapat Persiapan, Firdaus, M.H. Terpilih Sebagai Ketua Panitia KKN Tahun 2026
Refleksi Hardiknas 2026, STAIN SAR Kepri Teguhkan Komitmen Pendidikan Bermutu dan Berkarakter
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN