السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Edukasi Ekologi Pesisir Berbasis Aksi Nyata, MAPALA STAIN SAR Kepri Gelar Mangrove Education & Conservation di Pantai Setumu

  • 03 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 79
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir kembali ditegaskan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan bertajuk “Mangrove Education & Conservation: Hijaukan Pesisir, Lestarikan Bumi” yang dilaksanakan pada Minggu (3/5/2026) di Pantai Setumu.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur organisasi pecinta alam lintas kampus dan komunitas, di antaranya Ketua Umum MAPALA SAR Diana Dwi Risti beserta anggota penuh dan anggota muda MAPALA SAR, Anggota Muda MAHAPALA UMRAH, Anggota Muda MAPALA Hang Tuah, perwakilan BRIMASPALA, serta pengurus MAPALA Hang Tuah yang dipimpin oleh Zainal. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi mahasiswa dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada edukasi ekosistem mangrove dan aksi penanaman sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis lingkungan (experiential learning). Materi yang disampaikan mencakup peran strategis mangrove sebagai penyerap karbon biru (blue carbon), pelindung alami dari abrasi pantai, serta habitat penting bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada jenis-jenis mangrove serta karakteristik habitat tumbuhnya.


Ketua Umum MAPALA SAR, Diana Dwi Risti, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik meskipun menghadapi tantangan kondisi alam.

Alhamdulillah kegiatan tetap terlaksana dengan lancar, meskipun di lapangan kami menghadapi cuaca hujan lebat dan kondisi air pasang. Hal ini membuat proses penanaman harus menyesuaikan situasi, sehingga kami melakukan penanaman dengan metode bedeng serta menanam propagul saat air pasang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh bibit berhasil ditanam dengan baik di beberapa titik yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan. Kendati tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana awal, kegiatan ini tetap memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta dalam memahami dinamika konservasi di wilayah pesisir.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana, Syahid Albash, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi penting bagi penyelenggara dalam meningkatkan kesiapan teknis di masa mendatang.


“Kegiatan ini berjalan cukup baik, namun faktor cuaca menjadi tantangan utama. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan dapat mempersiapkan kegiatan lapangan secara lebih matang,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, MAPALA STAIN SAR Kepri tidak hanya menghadirkan ruang edukasi ekologis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan kepada generasi muda. Harapannya, bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem Pantai Setumu.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen konservasi yang memiliki kesadaran ekologis tinggi, serta mampu berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan. (LF/Deni)