السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua STAIN SAR Kepri Hadiri Lokakarya Kemenag Bahas Peran Strategis Umat Masa Depan

  • 15 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 149
Berita Utama

Serpong, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menghadiri Lokakarya Kementerian Agama (Kemenag) bertema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” yang digelar di Serpong, Tangerang, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025.

Lokakarya tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang menegaskan pentingnya peran strategis Kementerian Agama sebagai jembatan dan mediator antara negara dan civil society dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Kementerian Agama harus benar-benar hadir sebagai penyeimbang. Tidak terlalu cepat turun tangan, tetapi juga tidak abai ketika negara memang harus hadir,” ujar Menteri Agama dalam keynote speech-nya.

Menag menekankan bahwa Kementerian Agama perlu memiliki target yang terukur agar dapat memainkan peran tersebut secara efektif. Oleh karena itu, ia berharap lokakarya ini mampu merumuskan arah kebijakan Kemenag ke depan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat keagamaan, hingga jajaran internal Kemenag.

“Kita hadirkan semua stakeholders agar semua pihak merasa memiliki Kementerian Agama. Rumusan yang dihasilkan hari ini akan ditindaklanjuti dalam Rakernas,” tutur Menag.


Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tanpa peran penyeimbang yang kuat, hubungan antara agama dan negara berpotensi menimbulkan ketegangan. Negara yang terlalu dominan mengatur agama dapat menggerus otonomi keagamaan, sementara dominasi agama terhadap negara berisiko mengarah pada terbentuknya negara agama.

“Kementerian Agama harus berada di posisi tengah sebagai jembatan yang adil,” tegasnya.

Menag juga menyoroti tantangan keumatan yang semakin kompleks, terutama adanya jarak antara ajaran agama yang normatif dengan realitas masyarakat modern yang rasional dan dinamis. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kehadiran negara yang proporsional agar tidak memicu ketegangan sosial serta menjaga independensi agama dari kepentingan politik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dalam laporannya menjelaskan bahwa lokakarya ini diselenggarakan untuk mendukung penyusunan Outlook Kehidupan Beragama Kementerian Agama Tahun 2026 sebagai dokumen strategis kebijakan.

Ia mengungkapkan bahwa kehidupan keagamaan saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari digitalisasi, perubahan orientasi spiritual generasi muda, polarisasi identitas, maraknya hoaks keagamaan, isu minoritas, konflik rumah ibadah, hingga tantangan global seperti krisis iklim.

Outlook Kehidupan Beragama 2026 diharapkan mampu memetakan tren, isu, risiko, serta arah kebijakan keagamaan yang menjadi rujukan program dan layanan Kementerian Agama ke depan,” ujar Kamaruddin.


Keikutsertaan Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., dalam forum strategis ini menunjukkan komitmen STAIN Kepri dalam mendukung penguatan kebijakan kehidupan beragama yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada masa depan. STAIN Kepri sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri turut berperan aktif dalam pengembangan pemikiran keagamaan yang responsif terhadap tantangan zaman.

Lokakarya ini diikuti oleh pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, Kepala Kantor Wilayah Kemenag, Rektor dan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, pimpinan organisasi masyarakat keagamaan, tokoh agama, akademisi, serta budayawan. (Gby/LF)