السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kuliah Umum STAIN SAR Kepri Tegaskan Urgensi Peran Generasi Muda dalam Stabilitas Keamanan Masyarakat Modern

  • 11 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 147
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Kuliah Umum bertema “Peran Generasi Muda dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”, Kamis (11/12/2025) di Balai Titah Kampus STAIN SAR Kepri. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Polres Bintan, yakni Iptu Pelmi Candra Gusta beserta jajaran, dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Rahmad Budi Harto, M.M., menegaskan bahwa kuliah umum tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membentuk karakter mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan, kepekaan sosial, serta kemampuan adaptif menghadapi dinamika global.

“Generasi muda harus dipersiapkan tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menjaga stabilitas sosial di lingkungan masing-masing,” jelasnya.


Pada sesi pemaparan, Iptu Pelmi Candra Gusta menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat, baik melalui kegiatan sosial, kerja bakti, maupun pelayanan publik. Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam aktivitas tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi secara produktif melalui pembuatan konten digital yang edukatif, seperti video pendek, podcast, dan unggahan media sosial bertema nilai kebangsaan, budaya lokal, serta isu-isu sosial. Konten yang diproduksi, lanjutnya, dapat diunggah melalui kanal YouTube maupun platform lainnya sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam literasi digital masyarakat.

Lebih jauh, narasumber menjelaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus diintegrasikan dalam proses pembelajaran di kampus melalui diskusi akademik, proyek kolaboratif, kunjungan lapangan, dan kegiatan berbasis komunitas. Mahasiswa didorong untuk mengenal lebih dekat tradisi, budaya, kuliner, serta sejarah lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi.


Iptu Pelmi juga menguraikan dasar hukum wawasan kebangsaan yang berlandaskan UUD 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta regulasi pendidikan tinggi. Seluruh perangkat hukum ini menegaskan bahwa pembentukan karakter kebangsaan merupakan mandat yang harus diwujudkan di lingkungan perguruan tinggi.

Mengakhiri pemaparannya, ia memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berintegritas, dan berperan aktif sebagai penjaga keamanan sosial di lingkungan masing-masing. Kegiatan berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi diskusi antara narasumber dan mahasiswa. (LF/Titis)