السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Penguatan Riset PTKIN Tahun 2026 Dimulai, P3M STAIN SAR Kepri Ambil Peran Strategis di Rakornas Kemenag

  • 05 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 128
Berita Utama

Bekasi, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penguatan Program Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional LP2M/P3M Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa–Kamis, 2–4 Desember 2025 di Hotel Aston Bekasi, Jawa Barat ini dihadiri oleh para pimpinan PTKIN dan unit pelaksana penelitian serta pengabdian dari seluruh Indonesia.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut berpartisipasi melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M). Hadir mewakili institusi Plt. Kepala P3M, Sella Kurnia Sari, M.Sc., serta Sekretaris P3M STAIN SAR Kepri, Dwi Rio Sudarroji, M.Psi. Kehadiran ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat tata kelola penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur dan berstandar nasional.

Rakornas ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk penguatan dan penjaminan mutu pelaksanaan program penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PTKIN. Selain menyelaraskan arah kebijakan, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk peningkatan layanan dan penguatan regulasi program guna menghadapi tahun anggaran 2026. Peserta kegiatan terdiri dari Rektor/Ketua PTKIN serta pimpinan unit terkait.

Materi pembahasan dalam rakornas berfokus pada arah kebijakan nasional, evaluasi implementasi program tahun sebelumnya, dan penyusunan petunjuk teknis terbaru. Agenda diawali dengan penyampaian Kebijakan Umum Pengembangan PTKI serta Arah Kebijakan Program Strategis Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan PKM oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam beserta jajaran. Selanjutnya dilakukan evaluasi program bantuan tahun anggaran 2025 dan penyusunan proyeksi penguatan program untuk tahun 2026. Pembahasan teknis juga difokuskan pada penyempurnaan Draf Petunjuk Teknis (Juknis) Program Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan PKM.

Selain itu, rakornas turut mengulas pengembangan sistem informasi penelitian melalui penyajian overview dan pemutakhiran layanan aplikasi Litapdimas 2025/2026 yang memuat seluruh layanan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian. Agenda kemudian berlanjut pada finalisasi Draf Juknis dan penyusunan rekomendasi strategis sebagai dasar implementasi program pada tahun anggaran 2026. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman pelaksanaan program di masing-masing PTKIN.

Plt. Kepala P3M STAIN SAR Kepri, Sella Kurnia Sari, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rakornas tersebut. Ia menegaskan bahwa forum koordinasi ini memiliki peran strategis dalam memastikan keselarasan arah kebijakan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PTKIN.

“Kami berharap hasil rakornas ini dapat memperkuat kualitas implementasi program di STAIN SAR Kepri, khususnya dalam mendorong peningkatan produktivitas akademik dosen serta optimalisasi layanan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan rakornas menghadirkan narasumber dari jajaran pejabat tinggi Ditjen Pendidikan Islam, meliputi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kepala Subdirektorat Penelitian dan PKM, para Kasubtim terkait, hingga Ketua Forum LP2M/P3M PTKIN.

Kehadiran P3M STAIN SAR Kepri dalam forum nasional ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan ekosistem penelitian dan pengabdian di lingkungan kampus, serta meningkatkan kontribusi akademik bagi pembangunan masyarakat dan dunia pendidikan Islam di Indonesia. (LF/Sella)