السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pidato Reflektif Ketua Dewan Penyantun Warnai Wisuda ke-10 dan Milad ke-15 STAIN SAR Kepri

  • 06 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 120
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Dewan Penyantun Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Drs. H. Hardi Selamat Hood, M.Si., Ph.D, menyampaikan pesan reflektif dan penuh nilai pada perhelatan Wisuda ke-10 dan Milad ke-15 STAIN SAR Kepri, Sabtu (6/12/2025). Dalam pidatonya, beliau menegaskan peran penting para lulusan sebagai generasi yang akan mengharumkan nama lembaga sekaligus mengukir sejarah baru menuju perubahan status menjadi institut.

Dalam sambutannya, Hardi Selamat Hood mengungkapkan rasa bangga atas karakter dan capaian intelektual para wisudawan dan wisudawati. Ia menilai bahwa lulusan tahun ini memiliki potensi besar untuk menjadi generasi terakhir yang diwisuda dengan nomenklatur “Sekolah Tinggi," sebelum kampus naik status menjadi Institut Agama Islam Negeri.

“Anda adalah bagian dari sejarah. Besar kemungkinan, inilah wisuda terakhir STAIN sebelum berubah menjadi institut. Maka bawalah nama baik kampus ini dengan kebanggaan, integritas, dan tanggung jawab besar sebagai duta Islam, duta adat, dan duta Melayu,” ujarnya.

Ketua Dewan Penyantun juga menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan 15 tahun STAIN SAR Kepri yang dinilainya bukan sekadar hitungan angka, melainkan rekam jejak perjuangan, dedikasi, dan pengabdian untuk membangun pendidikan tinggi Islam di Kepulauan Riau.

Beliau menegaskan bahwa STAIN SAR Kepri telah tumbuh dari lembaga kecil menjadi institusi yang diperhitungkan, dipimpin oleh figur-figur yang berintegritas dan visioner.

“Lembaga ini berdiri karena tekad yang lurus dan niat yang baik. Kini STAIN SAR Kepri telah menjadi rumah ilmu yang insyaAllah akan menjadi institut yang membanggakan,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, atas kepemimpinan dan komitmennya dalam membawa kampus menuju transformasi kelembagaan.

Dalam pesannya kepada wisudawan, Hardi Selamat Hood menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda, mulai dari persaingan global, perkembangan ekonomi digital, hingga kehadiran kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara belajar, bekerja, dan berinteraksi.

“Dunia bergerak cepat, dan peluang tidak lagi menunggu kita siap. AI adalah alat, bukan ancaman. Gunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas diri,” pesannya.

Beliau juga mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi Islam harus memiliki kekokohan iman dan moralitas sebagai fondasi menghadapi perubahan zaman.

“Anda bukan hanya sarjana. Anda adalah pewaris peradaban Islam, penjunjung adat, dan penerus nilai-nilai Melayu. Jangan menjadi generasi yang hanya pandai secara digital namun miskin jiwa,” tegasnya.

Hardi Selamat Hood mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar dan mengambil kesempatan melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral.

“Hari ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan panjang. Gunakan momentum ini untuk menapaki pendidikan lebih tinggi. Kampus telah membuka jalan, kini giliran Anda yang melanjutkan,” ujarnya.

Menutup pidatonya, beliau menyampaikan doa dan harapan agar para lulusan menjadi pemimpin masa depan yang beradab, berintegritas, dan bermanfaat bagi negeri.

“Berlayarlah menghadapi masa depan. Jika badai datang, jangan duduk. Jika harap tiba, jangan gentar. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kalian dan menjadikan ilmu sebagai cahaya kehidupan,” tutupnya.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik serta sejarah kelembagaan STAIN SAR Kepri. (LF)