السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-10 yang dirangkaikan dengan Milad ke-15 pada Sabtu (6/12/2025) di CK Hotel and Convention Center Kota Tanjungpinang.
Pada
prosesi yang mengukuhkan 246 lulusan dari 11 program studi tersebut, Sekretaris
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Dr. Ramandha Rudwi
Hantoro, M.Pd.I., menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Green Islamic
Education: Menata Ulang Praktik Pendidikan Menuju Peradaban Hijau.”
Dalam
paparan orasinya, Dr. Ramandha menegaskan bahwa kondisi alam saat ini berada
pada situasi yang tidak lagi “baik-baik saja”. Berbagai krisis ekologis,
menurutnya, merupakan tanda bahwa manusia telah tergelincir dalam paradigma
antroposentris, cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pusat dan
menjadikan alam sebagai objek eksploitasi. Ia menegaskan bahwa kerusakan
tersebut sejatinya telah diingatkan dalam Al-Qur’an, khususnya Q.S. Ar-Rūm ayat
41, bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat dari ulah tangan
manusia.
Mengutip
sabda Rasulullah SAW bahwa manusia adalah pemakmur bumi, Dr. Ramandha
menekankan bahwa amanah kekhalifahan tidak boleh disalahartikan sebagai
legitimasi atas eksploitasi tanpa batas. Sebaliknya, amanah tersebut menuntut
kemampuan menjaga keseimbangan alam dan mengelola bumi secara bijaksana.
Menurutnya, krisis ekologis pada dasarnya bukan semata persoalan lingkungan,
melainkan persoalan moral, spiritual, dan peradaban.
Dr.
Ramandha kemudian menguraikan bahwa pendidikan merupakan ruang paling efektif
dalam membentuk kesadaran ekologis generasi muda. Namun, ia mengakui bahwa
sistem pendidikan modern belum sepenuhnya berhasil mengintegrasikan ilmu,
nilai, dan etika ekologis secara holistik. Berangkat dari realitas tersebut, ia
menawarkan konsep Green Islamic Education, yakni paradigma pendidikan
Islam yang memadukan nilai tauhid, etika lingkungan, dan tindakan ekologis
dalam keseluruhan proses pembelajaran.
“Melalui pendekatan ini, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari penghambaan kepada Allah SWT,” jelasnya.


Paradigma
tersebut, menurutnya, mendorong umat Islam untuk memandang alam sebagai
ayat-ayat Tuhan yang harus dipelajari, dihormati, dan dijaga keseimbangannya
sebagai amanah keberlanjutan. Landasan filosofisnya bersumber dari ayat-ayat
Al-Qur’an yang menegaskan pentingnya keseimbangan (mīzān) dan larangan
merusak tatanan alam.
Dalam
konteks implementasi, Dr. Ramandha memaparkan tiga langkah strategis dalam
menerapkan Green Islamic Education. Pertama, integrasi ekopedagogi dan
ekoteologi ke dalam kurikulum pendidikan Islam, termasuk dalam pengembangan
kepemimpinan dan manajemen pendidikan Islam. Kedua, pembentukan budaya akademik
hijau di sekolah dan kampus melalui pengurangan penggunaan plastik, manajemen
sampah terpadu, konservasi air, serta pemanfaatan energi terbarukan. Ketiga,
revitalisasi praktik ibadah ekologis yang menegaskan bahwa nilai keberlanjutan
melekat dalam ajaran Islam, tidak hanya pada aspek ritual, tetapi juga tindakan
keseharian yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menutup
orasinya, Dr. Ramandha menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan bahwa
mereka akan menghadapi tantangan zaman yang jauh berbeda dari generasi
sebelumnya. Mereka akan menjadi guru, pemikir, peneliti, dan pemimpin yang
menentukan arah masa depan pendidikan dan masyarakat. Karena itu, pendidikan
Islam harus bergerak dari sekadar transfer of knowledge menuju transformasi
kesadaran ekologis.
Ia
mengajak seluruh civitas academica untuk menjadikan bumi bukan sekadar tempat
tinggal, tetapi ruang suci yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada
generasi mendatang dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, peradaban
hijau tidak hanya dibangun melalui teknologi, tetapi melalui ilmu, cahaya
spiritual, dan nilai-nilai Islam yang membebaskan serta menyejahterakan semua
makhluk. (LF/Gby)
FGD Strategis STAIN SAR Kepri Rumuskan Arah Baru Penguatan SDM Kampus
GenBI STAIN SAR Kepri Gandeng TVRI, Susun Program Kolaboratif Berbasis Publikasi dan Edukasi
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026