السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., turut menghadiri Dialog Kekuatan Ideologi Pancasila untuk Perdamaian Dunia yang digelar bersama Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah al-‘Alam al-Islami), Syekh Muhammad Abdul Karim Al-Issa, di Gedung MPR/DPR RI Jakarta. Kehadiran Dr. Faisal dalam forum bergengsi ini menandai komitmen STAIN SAR Kepri dalam memperkuat peran akademisi Indonesia dalam diplomasi keagamaan dan pembangunan peradaban dunia yang damai.
Dialog
tersebut menghadirkan tokoh-tokoh penting dunia Islam dan pemimpin nasional,
membahas peran nilai-nilai keislaman dan Pancasila sebagai fondasi persatuan
serta jalan tengah (ummatan wasathan) dalam menciptakan harmoni global.
Dalam
forum itu, Syekh Muhammad Abdul Karim menegaskan bahwa akhlak mulia dan
kejujuran merupakan modal besar umat Islam dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Ia menekankan bahwa misi kenabian Nabi Muhammad SAW tidak hanya berupa ajaran
teologis, tetapi juga transformasi moral yang harus tercermin dalam perilaku
umat sehari-hari.
“Nilai-nilai Islam yang diajarkan Nabi adalah akhlak mulia dan kejujuran. Ini modal besar umat Islam dalam mendorong perdamaian dunia,” ujarnya.

Ia
juga mengangkat konsep ummatan wasathan sebagai prinsip keseimbangan dan
keadilan yang harus menjadi praktik nyata, bukan sekadar ideal normatif.
Sejarah peradaban Andalusia, kisah Hilf al-Fudhul, serta pesan Nabi
tentang penyempurnaan akhlak menjadi rujukan penting dalam paparan Syekh Abdul
Karim tentang Islam yang menghargai kemanusiaan universal.
Dr.
Muhammad Faisal, sebagai pimpinan STAIN SAR Kepri, memaknai dialog tersebut
sebagai ruang strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi keagamaan
Islam negeri dalam diplomasi moral dan keagamaan. Pancasila serta nilai
moderasi beragama, menurutnya, adalah dua pilar yang harus terus diteguhkan
dalam pendidikan tinggi Islam. Keduanya menjadi fondasi utama untuk membentuk
generasi yang berkarakter, berintegritas, dan aktif menciptakan perdamaian.
“Forum
ini memperlihatkan bahwa peran perguruan tinggi, termasuk STAIN SAR Kepri,
sangat penting dalam mendorong penerapan nilai moderasi beragama dan perdamaian
global. Pancasila dan ajaran Islam yang berakhlak menjadi titik temu yang kuat
untuk membangun peradaban dunia yang harmonis,” ujar Dr. Faisal.
Kehadiran Ketua STAIN SAR Kepri dalam forum internasional ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi akademik yang terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia melalui pendidikan, riset, dan pengembangan nilai keislaman yang moderat. (LF/Gby)
GenBI STAIN SAR Kepri Gandeng TVRI, Susun Program Kolaboratif Berbasis Publikasi dan Edukasi
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026