السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua STAIN SAR Kepri Hadiri Dialog Internasional tentang Pancasila dan Perdamaian Dunia di Gedung DPR RI Jakarta

  • 04 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 108
Berita Utama

Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., turut menghadiri Dialog Kekuatan Ideologi Pancasila untuk Perdamaian Dunia yang digelar bersama Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah al-‘Alam al-Islami), Syekh Muhammad Abdul Karim Al-Issa, di Gedung MPR/DPR RI Jakarta. Kehadiran Dr. Faisal dalam forum bergengsi ini menandai komitmen STAIN SAR Kepri dalam memperkuat peran akademisi Indonesia dalam diplomasi keagamaan dan pembangunan peradaban dunia yang damai.

Dialog tersebut menghadirkan tokoh-tokoh penting dunia Islam dan pemimpin nasional, membahas peran nilai-nilai keislaman dan Pancasila sebagai fondasi persatuan serta jalan tengah (ummatan wasathan) dalam menciptakan harmoni global.

Dalam forum itu, Syekh Muhammad Abdul Karim menegaskan bahwa akhlak mulia dan kejujuran merupakan modal besar umat Islam dalam mewujudkan perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa misi kenabian Nabi Muhammad SAW tidak hanya berupa ajaran teologis, tetapi juga transformasi moral yang harus tercermin dalam perilaku umat sehari-hari.

“Nilai-nilai Islam yang diajarkan Nabi adalah akhlak mulia dan kejujuran. Ini modal besar umat Islam dalam mendorong perdamaian dunia,” ujarnya.


Ia juga mengangkat konsep ummatan wasathan sebagai prinsip keseimbangan dan keadilan yang harus menjadi praktik nyata, bukan sekadar ideal normatif. Sejarah peradaban Andalusia, kisah Hilf al-Fudhul, serta pesan Nabi tentang penyempurnaan akhlak menjadi rujukan penting dalam paparan Syekh Abdul Karim tentang Islam yang menghargai kemanusiaan universal.

Dr. Muhammad Faisal, sebagai pimpinan STAIN SAR Kepri, memaknai dialog tersebut sebagai ruang strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam diplomasi moral dan keagamaan. Pancasila serta nilai moderasi beragama, menurutnya, adalah dua pilar yang harus terus diteguhkan dalam pendidikan tinggi Islam. Keduanya menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan aktif menciptakan perdamaian.

“Forum ini memperlihatkan bahwa peran perguruan tinggi, termasuk STAIN SAR Kepri, sangat penting dalam mendorong penerapan nilai moderasi beragama dan perdamaian global. Pancasila dan ajaran Islam yang berakhlak menjadi titik temu yang kuat untuk membangun peradaban dunia yang harmonis,” ujar Dr. Faisal.

Kehadiran Ketua STAIN SAR Kepri dalam forum internasional ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi akademik yang terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia melalui pendidikan, riset, dan pengembangan nilai keislaman yang moderat. (LF/Gby)