السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dwi Vita Lestari Wakili STAIN Kepri di Forum Internasional, Kupas Peluang Ekonomi Halal Era Prabowo

  • 25 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 162
Berita Utama

Medan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dwi Vita Lestari, S., Mahasiswa S3 Ekonomi Syariah UIN Sumatera Utara sekaligus dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, turut menjadi peserta aktif pada hari kedua International Seminar and Conference of the Malay–Islamic World yang diselenggarakan UIN Sumatera Utara pada 24–25 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Vita Lestari Soehardi berkolaborasi dengan Wakil Rektor I UINSU, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. dan Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag. Kolaborasi ini memperkuat kontribusi akademisi kawasan Melayu terhadap pengembangan wacana ekonomi syariah dan geopolitik Islam kontemporer, sekaligus menyoroti potensi maritim sebagai kekuatan strategis regional.

Pelaksanaan konferensi internasional ini menjadi momentum bagi Dwi Vita Lestari sebagai Presenter untuk memaparkan hasil kajiannya mengenai arah geoekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta peluang pembangunan ekosistem halal digital dan Blue Economy di kawasan Maritim Melayu–Islam.

Dalam presentasinya, Dwi Vita Lestari bersama tim menyoroti bagaimana strategi geoekonomi Indonesia dapat mendorong terbentuknya jaringan halal digital yang terintegrasi dengan sektor maritim. Fokusnya adalah bagaimana potensi logistik maritim, dan wisata halal bahari dapat dikembangkan sebagai bagian dari Blue Economy yang berkelanjutan. Kajian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya terkait penguatan ekosistem halal berbasis nilai-nilai Maqāṣid al-Shariah dan digital di kawasan maritim Melayu Islam.


Tim peneliti menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pionir integrasi ekonomi halal regional berbasis maritim, melalui penguatan teknologi digital di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Inovasi seperti audit halal berbasis blockchain, sertifikasi halal berbasis AI, fintech syariah, logistik halal lintas negara, marketplace halal terintegrasi, serta pengembangan blue economy dan pariwisata halal dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan maritim Melayu Islam ini. Semua inovasi ini dinilai efektif apabila tetap berlandaskan prinsip Maqāṣid al-Shariah dan memperkuat kerja sama negara-negara Melayu–Islam.


Keterlibatan Dwi Vita Lestari dalam konferensi internasional ini sekaligus menunjukkan kontribusi aktif akademisi STAIN Kepri dalam pengembangan ekonomi syariah, diplomasi regional, dan pemanfaatan potensi maritim yang berkelanjutan. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi perguruan tinggi Islam dalam memberikan rekomendasi akademik bagi arah pembangunan ekonomi, digital, dan maritim Indonesia di era Presiden Prabowo Subianto. (Gby/Vita)