السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bali, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, tampil sebagai invited speaker dalam Seminar Internasional 4th COROLLA (Championing Optimal Resources for Enhanced Personalized Learning and Adaptation) yang digelar di Program Pascasarjana Universitas Udayana, Bali pada Selasa (25/11).
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Faisal mengusung tema “Integrating Artificial Intelligence as a Learning Media for Malay Islamic Education: The Experience of STAIN Sultan Abdurrahman Riau Island.” Tema ini menyoroti bagaimana teknologi kecerdasan artifisial (AI) kini menjadi instrumen penting dalam mendukung pembelajaran Islam di dunia Melayu.
Menurut Dr. Faisal, perkembangan teknologi digital tidak lagi dapat dipisahkan dari dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. STAIN SAR Kepri telah mengambil langkah progresif dengan memanfaatkan AI sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menarik.
“Artificial Intelligence memberikan peluang besar dalam memperkaya metode pembelajaran Islam, terutama dalam konteks budaya Melayu. AI memungkinkan hadirnya literasi digital yang lebih kuat, rekayasa gambar untuk memvisualisasikan sejarah Islam Melayu, hingga diagram yang menunjukkan proses akulturasi dan asimilasi Islam dalam masyarakat Melayu,” jelas Dr. Faisal dalam paparannya.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan AI bukan hanya bertujuan mengikuti perkembangan teknologi global, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas dan khazanah keilmuan Islam Melayu agar lebih mudah dipahami generasi muda.
STAIN SAR Kepri sendiri telah mengembangkan beberapa pendekatan AI dalam pembelajarannya, mulai dari penggunaan perangkat lunak literasi digital, desain visual berbasis AI, hingga pengembangan diagram dan model pembelajaran interaktif yang menyajikan proses historis dan budaya Islam Melayu secara lebih komprehensif.
“Pengintegrasian AI dalam pendidikan Islam Melayu merupakan langkah strategis agar warisan intelektual dan kebudayaan kita tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat dipelajari secara modern dan relevan dengan tantangan era digital,” tambahnya.

Seminar internasional 4th COROLLA menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk membahas teknologi dan inovasi dalam pembelajaran generasi masa depan. Kehadiran Ketua STAIN SAR Kepri sebagai pembicara undangan menandai pengakuan terhadap kontribusi kampus tersebut dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis teknologi di kawasan Melayu. (Gby/Rhmd)
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
Bangun Budaya Publikasi Ilmiah, Mahasiswa PBA STAIN SAR Kepri Ikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026