السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan Apel Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 pada Selasa, 25 November 2025, di beranda gedung rektorat kampus. Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional, dengan tema nasional “Merawat Semesta dengan Cinta.”
Apel
dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, serta tenaga
kependidikan STAIN SAR Kepri. Seluruh peserta mengenakan pakaian wastra
nusantara sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya nasional
serta penegasan identitas kebangsaan dalam momentum peringatan Hari Guru.
Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si, bertindak sebagai pembina apel sekaligus membacakan Amanat Menteri Agama Republik Indonesia pada Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025. Dalam amanat tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa guru merupakan pilar utama peradaban dan pendidikan bangsa, sehingga peringatan HGN menjadi ruang reflektif bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat perannya.


Dalam
amanatnya, Menteri Agama menyampaikan bahwa sejarah mencatat peran guru sebagai
kekuatan strategis sebuah bangsa. Ia mengisahkan bagaimana Jepang pasca-Perang
Dunia II bangkit bukan karena kekuatan militer, tetapi karena bertumpu pada
para guru yang tersisa untuk membangun kembali generasi baru. Hal ini
menunjukkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang berpengaruh
lintas generasi.
Lebih
lanjut, Menag menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan
buatan, peran guru tidak dapat digantikan. Pendidikan bukan hanya transfer
pengetahuan, melainkan pembentukan karakter, akhlak, moralitas, dan budi
pekerti. Guru adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lain, mulai dari
dokter, ulama, dosen, pemimpin masyarakat, hingga negarawan masa depan.
Tema “Merawat Semesta dengan Cinta” juga dipaparkan selaras dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, yang menempatkan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta sebagai fondasi pendidikan. Guru dituntut untuk bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan cinta terhadap sesama dan kepedulian terhadap lingkungan.


Dalam
bagian amanat lainnya, Menag menyampaikan capaian peningkatan profesionalisme
guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tahun 2025 mencatat lebih dari 301
ribu peserta PPG, meningkat hingga 620 persen dibanding dua tahun sebelumnya.
Pemerintah juga memastikan peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan
profesi yang telah diterima sekitar 588 ribu guru, serta pengangkatan 52 ribu
guru honorer menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir.
Menteri
Agama juga mengingatkan bahwa pendidikan nasional tidak sekadar bertujuan
melahirkan generasi cerdas secara akademik, tetapi juga insan berkarakter,
beriman, dan berakhlak mulia. Kepribadian guru menjadi faktor penentu
keberhasilan pendidikan, sebagaimana pesan tokoh pendidikan Prof. Zakiah
Daradjat bahwa guru dapat menjadi pembina masa depan anak-anak atau sebaliknya,
bergantung pada keteladanan yang diberikan.
Apel
ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para guru di seluruh Indonesia dan
harapan agar pendidikan bangsa terus mengalami penguatan yang berkelanjutan.
STAIN SAR Kepri meneguhkan komitmennya untuk mendukung peningkatan
profesionalisme, integritas, dan kualitas tenaga pendidik sebagai bagian dari
upaya mewujudkan generasi masa depan yang mencintai Tuhan, sesama manusia, dan
alam semesta. (LF/Gby)
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
Bangun Budaya Publikasi Ilmiah, Mahasiswa PBA STAIN SAR Kepri Ikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026