السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — GenBI Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan Workshop Pantun sebagai kegiatan perdana kepengurusan baru tahun 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Dari Kata Menjadi Karya: Menyatukan Pantun Melayu dan Semangat GenBI Membangun Negeri” ini dilaksanakan pada Sabtu (22/11/2025) dan bertujuan memperkuat literasi budaya serta melestarikan tradisi lisan masyarakat Melayu.
Workshop
ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari anggota GenBI STAIN Kepri. Ketua
panitia, Dina Aprilina Dewi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya
nyata untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Melayu,
khususnya pantun sebagai identitas kesantunan masyarakat Melayu.
“Pantun
memiliki bahasa halus dan indah yang diwariskan secara turun-temurun. Tidak
sekadar merangkai kata, peserta diajak merasakan nilai budaya dalam kreativitas
berpantun,” ujar Dina.
Ketua
Umum GenBI STAIN Kepri, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa workshop ini tidak
hanya bersifat pelatihan, namun mendorong peserta menghasilkan karya konkret
berupa buku pantun.
“Pelatihan
ini juga bagian dari implementasi kebijakan Bank Indonesia dalam memperkuat
literasi budaya. Fokus kami adalah menghasilkan buku pantun bertema Bank
Indonesia,” ungkapnya.
Sebagai
tindak lanjut, GenBI STAIN Kepri akan menyusun dan menerbitkan lima buku pantun
dalam waktu empat hari melalui proyek bertajuk “Bank Indonesia dalam Pantun”.
Buku tersebut akan menjadi serial pantun resmi hasil kolaborasi Bank Indonesia
dengan GenBI STAIN Kepri dan nantinya dapat diakses oleh masyarakat luas.
Pembina
GenBI STAIN Kepri, Muhammad Azmi, M.E., menegaskan bahwa kegiatan ini
mencerminkan identitas kampus dan organisasi GenBI sebagai institusi yang
menjunjung nilai kemelayuan dan keislaman.
“Pelestarian
pantun adalah bagian dari kewajiban budaya kita. Pantun sangat relevan dan
terus eksis dalam kehidupan masyarakat Melayu,” ujarnya.
Workshop
menghadirkan narasumber seorang sastrawan dan budayawan Kepulauan Riau, Dato
Rendra Setyadiharja, yang juga pemegang Rekor MURI untuk kegiatan berbalas
pantun selama lima jam. Dalam sesi materi, ia mengulas fungsi pantun sebagai
alat komunikasi yang santun, penuh makna, dan menjadi gambaran keadaan sosial
masyarakat Melayu.
Rendra
juga menjelaskan struktur pantun yang terdiri dari empat baris dengan pola rima
A-B-A-B, dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris berikutnya
sebagai isi. Ia menekankan pentingnya kelogisan dan kedalaman makna
dalam menciptakan pantun yang baik.
Kegiatan
berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dalam suasana khidmat dan antusias. Workshop
ini diakhiri dengan pengumuman bahwa buku pantun karya GenBI STAIN Kepri akan
segera diluncurkan sebagai persembahan bagi anak negeri Melayu dan kontribusi
nyata dalam pelestarian budaya lokal. (Rafli/LF)
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
Bangun Budaya Publikasi Ilmiah, Mahasiswa PBA STAIN SAR Kepri Ikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026