السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Transformasi Layanan Digital, Perpustakaan STAIN SAR Kepri Resmi Luncurkan SITASI dan Program User Education

  • 17 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 148
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan User Education dan Launching SITASI sebagai bagian dari penguatan layanan digital kampus. Kegiatan yang digelar pada Senin, 17 November 2025 di Auditorium Razali Jaya tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua II, Dr. Almahfuz, M.Si., serta menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Iis Rahayu, S.T. dan Santi Puji Astuti, S.Pd., selaku pustakawan STAIN SAR Kepri.

Dalam sambutannya, Dr. Almahfuz menegaskan pentingnya transformasi digital dalam layanan perpustakaan. Ia menyampaikan bahwa

“Perpustakaan harus menjadi pusat sumber belajar yang adaptif dan inovatif agar mampu menjawab kebutuhan informasi sivitas akademika secara cepat dan akurat,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan layanan digital merupakan bagian dari komitmen kampus untuk meningkatkan kualitas akademik dan literasi informasi.

Sesi pertama kegiatan menghadirkan materi User Education yang dipaparkan oleh Santi Puji Astuti, S.Pd. Materi ini memperkenalkan keseluruhan layanan digital perpustakaan melalui tiga platform utama, yakni website perpustakaan, aplikasi e-book Kubuku, dan akses jurnal Cambridge.

“Penguasaan layanan digital menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa dan dosen di era akademik saat ini, terutama dalam mengakses sumber belajar yang kredibel,” jelasnya.


Pada bagian pengenalan website perpustakaan, peserta dipandu mengakses laman resmi https://lib.stainkepri.ac.id sebagai pusat layanan informasi, katalog digital, dan fasilitas peminjaman. Melalui layanan ini, civitas academica dapat memperoleh informasi koleksi, jadwal layanan, serta tautan menuju e-library dan jurnal daring secara lebih terstruktur. Kemudahan navigasi ini diharapkan membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan referensi akademik mereka.

Materi dilanjutkan dengan panduan penggunaan aplikasi e-book Kubuku. Peserta diperlihatkan langkah-langkah pendaftaran, aktivasi email, hingga pemanfaatan fitur-fitur seperti peminjaman e-book, bookshelf, serta donasi koleksi digital.

“Kubuku dirancang agar mahasiswa dapat membaca dan meminjam koleksi digital kapan saja dan di mana saja, sehingga proses belajar dapat terus berlangsung tanpa batas ruang dan waktu,” imbuh Santi.

Selain itu, peserta juga dibimbing untuk mengakses jurnal Cambridge melalui jaringan kampus. Panduan mencakup langkah-langkah membuka menu koleksi, memilih Cambridge Core, hingga menemukan jurnal berlangganan dan jurnal open access. Akses ini memungkinkan mahasiswa dan dosen mendapatkan sumber referensi internasional yang bereputasi sehingga dapat memperkuat kualitas karya ilmiah di lingkungan kampus.

Pada sesi kedua, Iis Rahayu, S.T. memaparkan materi mengenai sistem SITASI sebagai inovasi baru dalam penyerahan karya ilmiah mahasiswa. SITASI menggantikan metode lama berbasis Compact Disc (CD) yang selama ini menimbulkan banyak kendala teknis. Iis menjelaskan bahwa SITASI menawarkan proses unggah yang lebih cepat, aman, dan terverifikasi secara digital, sehingga memudahkan mahasiswa sekaligus memperkuat dokumentasi perpustakaan. Pada tahap uji coba tahun 2025, 70,5% wisudawan telah menggunakan SITASI dari total 246 peserta wisuda.

Kegiatan User Education dan Launching SITASI ini menegaskan komitmen Perpustakaan STAIN SAR Kepri dalam melakukan transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pemanfaatan layanan digital seperti website perpustakaan, Kubuku, Cambridge Journal, dan platform SITASI, perpustakaan berupaya memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber belajar di lingkungan kampus. (LF/Gby)