السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan User Education dan Launching SITASI sebagai bagian dari penguatan layanan digital kampus. Kegiatan yang digelar pada Senin, 17 November 2025 di Auditorium Razali Jaya tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua II, Dr. Almahfuz, M.Si., serta menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Iis Rahayu, S.T. dan Santi Puji Astuti, S.Pd., selaku pustakawan STAIN SAR Kepri.
Dalam
sambutannya, Dr. Almahfuz menegaskan pentingnya transformasi digital dalam
layanan perpustakaan. Ia menyampaikan bahwa
“Perpustakaan
harus menjadi pusat sumber belajar yang adaptif dan inovatif agar mampu
menjawab kebutuhan informasi sivitas akademika secara cepat dan akurat,”
tuturnya.
Ia
juga menambahkan bahwa penguatan layanan digital merupakan bagian dari komitmen
kampus untuk meningkatkan kualitas akademik dan literasi informasi.
Sesi
pertama kegiatan menghadirkan materi User Education yang dipaparkan oleh
Santi Puji Astuti, S.Pd. Materi ini memperkenalkan keseluruhan layanan digital
perpustakaan melalui tiga platform utama, yakni website perpustakaan, aplikasi e-book
Kubuku, dan akses jurnal Cambridge.
“Penguasaan layanan digital menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa dan dosen di era akademik saat ini, terutama dalam mengakses sumber belajar yang kredibel,” jelasnya.

.jpeg)
Pada
bagian pengenalan website perpustakaan, peserta dipandu mengakses laman resmi https://lib.stainkepri.ac.id
sebagai pusat layanan informasi, katalog digital, dan fasilitas peminjaman.
Melalui layanan ini, civitas academica dapat memperoleh informasi koleksi,
jadwal layanan, serta tautan menuju e-library dan jurnal daring secara
lebih terstruktur. Kemudahan navigasi ini diharapkan membantu mahasiswa dalam
memenuhi kebutuhan referensi akademik mereka.
Materi
dilanjutkan dengan panduan penggunaan aplikasi e-book Kubuku. Peserta
diperlihatkan langkah-langkah pendaftaran, aktivasi email, hingga pemanfaatan
fitur-fitur seperti peminjaman e-book, bookshelf, serta donasi koleksi
digital.
“Kubuku
dirancang agar mahasiswa dapat membaca dan meminjam koleksi digital kapan saja
dan di mana saja, sehingga proses belajar dapat terus berlangsung tanpa batas
ruang dan waktu,” imbuh Santi.
Selain
itu, peserta juga dibimbing untuk mengakses jurnal Cambridge melalui
jaringan kampus. Panduan mencakup langkah-langkah membuka menu koleksi, memilih
Cambridge Core, hingga menemukan jurnal berlangganan dan jurnal open
access. Akses ini memungkinkan mahasiswa dan dosen mendapatkan sumber
referensi internasional yang bereputasi sehingga dapat memperkuat kualitas
karya ilmiah di lingkungan kampus.
Pada
sesi kedua, Iis Rahayu, S.T. memaparkan materi mengenai sistem SITASI sebagai
inovasi baru dalam penyerahan karya ilmiah mahasiswa. SITASI menggantikan
metode lama berbasis Compact Disc (CD) yang selama ini menimbulkan
banyak kendala teknis. Iis menjelaskan bahwa SITASI menawarkan proses unggah
yang lebih cepat, aman, dan terverifikasi secara digital, sehingga memudahkan
mahasiswa sekaligus memperkuat dokumentasi perpustakaan. Pada tahap uji coba
tahun 2025, 70,5% wisudawan telah menggunakan SITASI dari total 246 peserta
wisuda.
Kegiatan
User Education dan Launching SITASI ini menegaskan komitmen Perpustakaan
STAIN SAR Kepri dalam melakukan transformasi digital untuk menghadirkan layanan
yang modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pemanfaatan
layanan digital seperti website perpustakaan, Kubuku, Cambridge Journal, dan
platform SITASI, perpustakaan berupaya memperkuat budaya literasi dan
meningkatkan kualitas pengelolaan sumber belajar di lingkungan kampus. (LF/Gby)
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
Bangun Budaya Publikasi Ilmiah, Mahasiswa PBA STAIN SAR Kepri Ikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026