السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua STAIN SAR Kepri Serukan Revitalisasi Nilai Islam dan Budaya Melayu sebagai Pilar Transformasi Digital dalam Pembukaan The 2nd IMSIC 2025

  • 11 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 112
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menorehkan capaian akademik bertaraf internasional melalui penyelenggaraan The 2nd Islamic and Malay Studies International Conference (IMSIC) 2025. Konferensi ilmiah yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara ini menjadi ajang strategis untuk mendiskusikan dinamika keilmuan Islam dan budaya Melayu dalam menghadapi era transformasi digital. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 11–12 November 2025, di Kampus STAIN SAR Kepri, Bintan.

Pembukaan resmi konferensi dilakukan oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan tinggi Islam dalam menjaga keseimbangan antara tradisi intelektual dan kemajuan teknologi modern.

“Kita hidup di era transformasi digital yang mengubah cara manusia belajar, berinteraksi, dan berkomunikasi. Namun, kemajuan ini harus dibimbing oleh nilai-nilai spiritual dan etika Islam agar tidak menggerus jati diri budaya dan moral kita,” tegasnya.


Lebih lanjut, Dr. Faisal menuturkan bahwa IMSIC 2025 merupakan wadah dialog akademik yang memperkuat jejaring keilmuan antarbangsa sekaligus mempertegas posisi STAIN SAR Kepri dalam percaturan akademik internasional.

“Konferensi ini menjadi ruang pertemuan cendekiawan dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, dan Amerika Serikat. Melalui forum ini, diharapkan lahir kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan penguatan bidang kajian Islam serta Melayu yang berkontribusi bagi peradaban global,” ujarnya.

Dengan mengusung semangat “Bridging Culture, Shaping Future for Islamic Society in the Digital Transformation Era,” IMSIC 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam memperkokoh peran strategisnya sebagai pusat kajian Islam dan kebudayaan Melayu yang progresif, adaptif, dan berdaya saing global. (LF/Gby)