السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menag Nasaruddin Umar Raih Penghargaan Figur Publik Terbaik 2025, Ketua STAIN SAR Kepri Apresiasi Kepemimpinan Komunikatif dan Humanis

  • 05 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 355
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., menerima penghargaan Top GPR Figure Award 2025 dalam ajang bergengsi 5th Top Government Public Relations (GPR) Award 2025 yang diselenggarakan oleh GPR Institute di Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada figur publik yang dinilai berhasil menampilkan kepemimpinan komunikatif, responsif terhadap isu publik, serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat melalui strategi komunikasi yang modern, humanis, dan berintegritas.

GPR Institute dalam penilaiannya menekankan empat aspek utama, yakni konsistensi penyampaian informasi publik, reputasi digital, kecepatan dalam merespons isu strategis, serta kontribusi terhadap transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan merupakan keberhasilan individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran di Kementerian Agama.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh tim Kementerian Agama. Tidak ada superman, yang ada adalah super-team,” ujar Prof. Nasaruddin Umar, Selasa (4/11/2025).

Lebih lanjut, Menag menekankan pentingnya komunikasi publik yang cepat, tepat, dan empatik di era digitalisasi. Menurutnya, Kementerian Agama harus hadir bukan hanya sebagai pengelola urusan keagamaan, tetapi juga sebagai institusi yang menjadi teladan dalam keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang membangun kepercayaan masyarakat.

“Kekuatan komunikasi bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi pada ketulusan hati dalam menyampaikan pesan. Yang lahir dari hati yang dalam akan diterima oleh hati yang dalam,” tuturnya penuh makna.


Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menjelaskan bahwa transformasi komunikasi publik Kementerian Agama merupakan bentuk khidmat kepada bangsa dan umat. Berbagai inovasi telah dilakukan, mulai dari digitalisasi layanan keagamaan, penguatan diseminasi moderasi beragama, hingga diplomasi keagamaan di tingkat global. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat profesionalisme komunikasi publik berbasis nilai kejujuran, keterbukaan, dan kemanusiaan.

“Prestasi tidak diraih ketika fasilitas maksimal, melainkan ketika kita mampu berkarya dalam keterbatasan. Kita bekerja bukan untuk penghargaan, tetapi untuk amanah bangsa dan generasi masa depan,” tambahnya.

Apresiasi atas penghargaan tersebut juga disampaikan oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag. Dalam keterangannya, beliau menyatakan rasa bangga dan mengapresiasi kepemimpinan komunikatif dan inspiratif Menteri Agama.

“Kami di STAIN SAR Kepri merasa bangga atas prestasi Bapak Menteri Agama. Beliau adalah sosok pemimpin yang menampilkan wajah Islam yang moderat, damai, dan inklusif. Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi civitas academica untuk memperkuat komunikasi publik yang mencerdaskan dan berkeadaban,” ujar Dr. Faisal.

Lebih jauh, Ketua STAIN SAR Kepri berharap penghargaan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang edukatif, religius, dan berorientasi pada penguatan nilai kebangsaan.

Ajang Top Government Public Relation Award merupakan agenda tahunan nasional yang menilai keberhasilan lembaga dan figur publik dalam mengelola komunikasi publik di era digital. Dengan diraihnya penghargaan ini, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan informasi positif, memperkuat literasi digital keagamaan, serta menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan humanis bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Humas)