السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana malam keakraban dalam rangkaian Leadership Training yang digelar di Hotel Wyndham Panbil Batam berlangsung meriah dan sarat makna kebersamaan. Dari beragam penampilan yang ditampilkan oleh perwakilan berbagai kampus, delegasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau tampil mencuri perhatian melalui persembahan budaya yang memukau dan inspiratif.
Mahasiswa
STAIN SAR Kepri menghadirkan perpaduan seni, sastra, dan budaya lokal melalui
berbalas pantun, pembacaan Gurindam 12, serta tarian Dangkong khas
Melayu. Ketiga segmen tersebut dikemas secara harmonis, mencerminkan identitas
budaya Kepulauan Riau yang kaya nilai moral dan filosofi kehidupan. Penampilan
ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang menggugah
kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya daerah di tengah era modernisasi.
Berbalas
pantun yang dibawakan dengan penuh humor dan kecerdasan verbal berhasil
menciptakan suasana hangat di antara para peserta. Sementara itu, pembacaan Gurindam
12, karya monumental Raja Ali Haji menghadirkan refleksi mendalam tentang
etika, ilmu, dan kepemimpinan dalam perspektif Melayu-Islam. Puncaknya, tari
Dangkong ditampilkan dengan gerak luwes dan ritme musik tradisional yang
memukau, mempertegas karakter Melayu yang anggun dan penuh nilai estetika.


Penampilan
mahasiswa STAIN SAR Kepri mendapat sambutan luar biasa dari seluruh peserta dan
tamu undangan. Riuh tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, menandakan
apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kekompakan mahasiswa STAINSAR.
Beberapa peserta bahkan menyebut bahwa penampilan tersebut menjadi salah satu
momen paling berkesan selama pelaksanaan Leadership Training
berlangsung.
Malam
keakraban ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana
mempererat tali persaudaraan dan membangun semangat kolaboratif antar mahasiswa
dari berbagai kampus. Melalui seni dan budaya, mahasiswa STAIN SAR Kepri berhasil
menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik,
tetapi juga dari kepekaan terhadap nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
Penampilan
mahasiswa STAIN SAR Kepri pada malam keakraban Leadership Training 2025
menjadi bukti nyata bahwa generasi muda kampus Islam mampu memadukan
intelektualitas, kreativitas, dan identitas budaya dalam satu panggung
inspirasi. Melalui karya dan ekspresi budaya, mereka menghadirkan wajah Islam
yang santun, berakar pada tradisi, dan terbuka terhadap kemajuan zaman.
(LF/Addina)
GenBI STAIN SAR Kepri Gandeng TVRI, Susun Program Kolaboratif Berbasis Publikasi dan Edukasi
STAIN Kepri Ikuti Sosialisasi Nasional UM-PTKIN 2026, Perkuat Peran Humas dalam Branding Kampus
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026