السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa PPL STAIN SAR Gelar Aksi Bimbingan Konseling “Pohon Impian” di Pesantren Al-Kautsar

  • 31 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 97
Berita Utama
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Pondok Pesantren Al-Kautsar saat mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari STAIN Kepri menggelar kegiatan Bimbingan Konseling bertajuk “Pembuatan Pohon Impian”.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri dan santriwati untuk menuliskan cita-cita serta harapan mereka di kertas warna-warni, yang kemudian digantungkan pada ranting “Pohon Impian”. Aksi sederhana namun bermakna ini bertujuan menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, dan motivasi agar setiap santri berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

Para santri tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menuliskan berbagai impian mulai dari keinginan menjadi penghafal Al-Qur’an, guru, dokter, hingga cita-cita membanggakan lainnya. Proses menulis dan menempelkan impian ini menciptakan suasana penuh inspirasi dan harapan di lingkungan pesantren.

Guru pendamping, Ustadzah Amalia, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa PPL. “Alhamdulillah, senang rasanya melihat teman-teman PPL memberikan semangat baru bagi anak-anak. Kami akan berusaha menjaga dan melanjutkan kegiatan tulis-menulis ini. Semoga mereka selalu dimudahkan urusannya, menjadi pribadi yang bermanfaat, sukses, dan sehat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh pamong pondok, Ustadz Zulis, yang menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter santri. “Program ini mengajarkan anak-anak untuk berani bermimpi dan mengungkapkan isi hati dengan cara yang menyenangkan. Kami sangat mengapresiasi gagasan kreatif mahasiswa PPL,” ujarnya.



Mahasiswa PPL STAIN Kepri berharap “Pohon Impian” dapat menjadi simbol semangat dan terus hidup di lingkungan pesantren, sebagai media ekspresi jangka panjang bagi santri untuk menulis, mencurahkan perasaan, dan menumbuhkan impian-impian indah mereka. Setiap kertas yang tergantung di pohon itu bukan sekadar tulisan, tetapi jejak harapan dan doa yang tumbuh bersama semangat menuju masa depan yang lebih baik. (Gby/Fadilah)