السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dosen Prodi HKI STAIN SAR Kepri Tegaskan Peran Strategis Ilmu Falak dalam Bimtek Hisab Rukyat Kemenag Kota Batam 2025

  • 28 Agustus 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 104
Berita Utama

Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kepala Laboratorium Ilmu Falak Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, sekaligus dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), M. Arbisora Angkat, M.Ag., hadir sebagai narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat Tahun 2025 yang diselenggarakan di Aula Fauzi Mahbub Kantor Kementerian Agama Kota Batam pada Kamis (28/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I.; Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Drs. H. Edi Batara, M.AP.; Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Drs. Ahmad Husin, M.H.I.; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, H. Budi Dermawan, S.Ag., M.Sy.; serta Kepala KUA, staf KUA, dan penyuluh agama Kota Batam.


Dalam pemaparan materinya, M. Arbisora Angkat, M.Ag., menyampaikan tiga poin utama, yaitu teori arah kiblat, metode penentuan arah kiblat, serta praktik pengukuran arah kiblat. Menurutnya, kegiatan Bimtek ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi aparatur Kementerian Agama dalam pelayanan keagamaan, khususnya terkait persoalan hisab dan rukyat.

“Hisab dan rukyat sering kali menjadi isu sensitif di masyarakat, sehingga para petugas Kemenag harus memiliki dasar ilmu yang kuat untuk menjelaskannya kepada masyarakat. Pengetahuan ilmu falak yang baik dan alat yang memadai sangat menentukan bagi pelaksanaan ibadah umat Islam. Terlebih, pengukuran arah kiblat merupakan tugas utama dalam melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.


Sebagai tindak lanjut, para peserta juga diajak melakukan simulasi langsung pengukuran arah kiblat dengan memanfaatkan instrumen falak modern. Praktik ini tidak hanya memberikan pengalaman empiris, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta bahwa ilmu falak harus diimplementasikan secara tepat agar dapat menjadi rujukan sahih dalam pelayanan umat. Dengan demikian, Bimtek ini diharapkan mampu mencetak kader-kader Kementerian Agama yang andal dalam memberikan edukasi sekaligus solusi terhadap dinamika hisab rukyat di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta Bimtek mampu menjadi kader yang kompeten dalam mengedukasi masyarakat, tidak hanya pada tataran teori tetapi juga dalam praktik ilmiah hisab rukyat, khususnya pengukuran arah kiblat. Dengan demikian, pelayanan keagamaan dapat dilaksanakan secara profesional, akurat, dan berlandaskan pada ilmu pengetahuan. (LF/Arbi/Gby)