السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua DWP STAIN SAR Kepri Jadi Narasumber pada Seminar Kajian Gender dan Anak yang di Taja Oleh PSGA STAIN SAR Kepri

  • 19 November 2021
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 101
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Seminar Kajian Gender dan Anak mengangkat tema: “Pencegahan Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak” bertempat di Auditorium Razali Jaya pada Jum’at (19/11/2021).

Hadir sebagai salah satu narasumber pada kegiatan tersebut Nurhidayu, A.MK selaku Ketua DWP STAIN Sultan Abdurrahman Kepri yang memaparkan materi terkait Kesehatan Reproduksi Wanita dan Anak.

Nurhidayu memaparkan bahwa Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi.

Ia menekankan bahwa waktu untuk mengajarkan kesehatan reproduksi, pengetahuan kesehatan seksual dan reproduksi pada anak seharusnya sudah diajarkan pada anak sejak berusia di bawah 3 tahun.

“Mengajarkan pengetahuan kesehatan seksual dan reproduksi ini dapat membuat anak secara perlahan memahami mengenai organ intimnya, cara merawat, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada organ tersebut.” Ujar Nurhidayu.

“Perlu diketahui bahwa kebanyakan bayi berusia di bawah 2 tahun mengetahui perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Pada usia 3-5 tahun, orang tua diperkenankan untuk mengajarkan si kecil mengenai menjaga bagian intim agar tidak disentuh orang lain.” Tambahnya.

Nurhidayu juga menjelaskan bahwa pada usia 6-8 tahun, disarankan si kecil mulai memahami tentang privasi, ketelanjangan, dan rasa hormat terhadap orang lain dalam konteks digital. Pada usia 9-12 tahun, sebagai upaya pencegahan orang tua dapat memberi tahu anak informasi dasar perihal kehamilan, pelecehan seksual, dan penyakit seksual menular.

Ia juga membagikan tips berbicara tentang kesehatan seksual pada anak perempuan, yakni mulailah secepat mungkin dan komunikasikan terus-menerus. Jangan mencoba untuk menutupi semuanya sekaligus, dan jangan khawatir Anda sudah berlebihan. Pilih kata dan susunlah kalimat penjelasan yang sesuai dengan usia anak. Gunakan terminologi (istilah) yang tepat saat mengacu pada bagian tubuh dan fungsinya.

“Untuk memulai percakapan, carilah momen yang tepat. Misalnya, bicaralah dengan mereka atau bantu mereka memahami masalah yang mereka lihat di TV, film, iklan, musik, berita, dan komunitas tentang topik serupa.” Ujarnya.

“Pelajari apa yang sudah mereka ketahui, apa yang belum. Tanyakan kepada anak tentang apa yang mereka ketahui tentang topik seksual tertentu.” Tambahnya.

Di akhir acara Nurhidayu menjelaskan bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas, yakni selalu bersihkan alat reproduksi, tidak melakukan aktivitas seksual yang resikonya tinggi, selalu jaga berat badan, tidak merokok maupun konsumsi alkohol, lakukan istirahat yang cukup, menggunakan produk khusus secara berkala. (luluk)