السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Daring Serries Part 1 Pusat Moderasi Beragama STAIN SAR Kepri, Integrasi Antara Adat, Agama dan Pemerintah

  • 06 Juli 2021
  • Oleh: Luluk Fatimah, S.Pd
  • 203
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu Tim Pusat Moderasi Beragama STAIN Sultan Adurrahaman Kepulauan Riau menyelenggarakan Daring Serries Part 1 dengan tema  Integrasi antara  Adat ,  Agama dan Pemerintah dalam Menopang Moderasi Keberagamaan  di Rantau Melayu. Peserta kegiatan ini dihadiri mulai dari akademisi, mahasiswa maupun umum. Menghadirkan Keynote Speaker Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag  yang sekaligus membuka kegiatan Daring Serries Part 1 ini pada Selasa (06/07/2021).

Kegiatan Daring Serries Part 1 ini, dimoderatori langsung oleh Abdul Malik Al-Munir, M. Hum selaku Kepala Pusat Moderasi Beragama STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. Dalam kesempatan ini pula, Pusat Moderasi Beragama STAIN Sultan Abdurrhaman Kepri mengundang pemateri handal yakni Khairil Anwar, MA.Psy., Ph.D selaku dosen pasca  sarjana sekaligus Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian Rumah Moderasi Beragam UIN Suska Riau dan Ketua Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus.

Khairil Anwar mengatakan bahwa Moderasi merupakan konsep yang penting diterapkan dalam setiap bidang, misalnya moderasi politik, dalam fikih, budaya dan seagainya.

“Moderasi merupakan konsep yang diajarkan Islam melalui Rasulullah sejak dulu dan dikembangakan oleh para tokoh-tokoh seperti Gusdur, Nurcholis Madjid, dan lainnya.” Ujarnya.

“Untuk itu, setiap anak bangsa perlu memiliki karakter mulia yakni memegang budaya, beragama yang baik dan kepemimpinan yang baik sehingga terciptalah moderasi dan integrasi bangsa.” Tutupnya.

Dalam Daring Serries Part 1 ini, Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag menyampaikan Moderasi Beragama (wasatiyyat ad-diniyah) dan bernegara ini sebagai tindakan untuk menjaga Negara dan perlu digaungkan dengan adanya Pusat Moderasi Beragama ini.

Daring Serries Part 1, menjadi langkah awal yang berkelanjutan dengan bekerja sama dengan Pusat Moderasi Beragama Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia serta dapat menjadi semangat baru khususnya bagi mahasiswa untuk memahami dan bersikap moderat dalam menyikapi keberagaman. (desy/luluk)