Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu ­– Pusat Moderasi Beragama STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berpartisipasi dalam Focused Group Discussion (FGD) secara virtual dengan tema “Research, Capacity Building and Provosion of Technical Assistance to Implement an Integrated Religious Moderation Approach in the Selected State Islamic Higher Education Institutions” yang diadakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu, (17/02/2021).

Tujuan diadakan FGD ini adalah untuk memaparkan temuan awal hasil penelitian yang dilakukan oleh tiga kampus atau PTKIN terbesar di Indonesia, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Sultan Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan FGD ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri oleh 34 Rumah Moderasi Beragama se-Indonesia, salah satunya Rumah Moderasi Beragama STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, yang diwakili oleh kepala Pusat Moderasi Beragama Abdul Malik Al-Munir dan Sekretaris Asrizal.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ismatu Ropi, Ph.D selaku Direktur PPIM UIN Jakarta. Dalam sambutannya Ia menyebutkan bahwa PPIM berkomitmen untuk mendorong peningkatan moderasi beragama melalui program yang disebut dengan CONVEY 4.0. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat yang toleran dan inklusif dengan cara memberdayakan aktor dan institusi pendidikan untuk mempromosikan cara pandang moderasi beragama, serta untuk memperkuat advokasi kebijakan terkait moderasi beragama dengan menghasilkan pengetahuan yang berdasar pada bukti.

Dalam diskusi tersebut, Annas Jiwa Pratama sebagai salah satu peneliti di PPIM UIN Jakarta menyebutkan bahwa Pendekatan Moderasi Beragama dapat dijadikan sebagai Social Skills yakni kemampuan individu untuk berfungsi secara sosial. Pendekatan-pendekatan yang dimaksud misalnya; penggunaan Daur Belajar Kolb, pembelajaran andragogi, pendekatan integratif, yaitu preventif, promotif, kuratif-rehabilitatif “SAPA-SALAM-RANGKUL”.

Di satu sisi, Suwendi sebagai Tim Pokja Moderasi Beragama Kementerian Agama RI menyebutkan bahwa PTKI sangat berperan penting dalam peningkatan moderasi beragama.

“Jika dipetakan, peran PTKI adalah Relasi Islam dan Ilmu Pengetahuan sama dengan Relasi Islam dan Negara. Jadi antara Islam dan Ilmu Pengetahuan tidak dapat dipisahkan dalam PTKI.” Ujarnya.

Dengan masukan dari seluruh Rumah Moderasi Beragama se-Indonesia dalam capacity building yang sudah didesain, diharapkan PTKIN dan rumah moderasi dapat mengadaptasi atau mengambil praktik baik dari desain capacity building sehingga menyukseskan peningkatan moderasi beragama di lingkungan PTKIN dan tentu saja secara nasional. (Luluk/Asrizal)

    LINK LAYANAN