السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Gunung Kijang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana ketika anak-anak diberi ruang untuk belajar, bereksperimen, dan berkarya. Semangat tersebut dihadirkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau Bintan 12 melalui kegiatan edukasi dan praktik kreatif pemanfaatan sampah plastik bersama siswa SD Negeri 003 Gunung Kijang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan
tersebut menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus ruang kreativitas bagi
siswa untuk memahami bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah.
Dengan pengelolaan dan kreativitas yang tepat, material yang semula dianggap
tidak bernilai dapat dimanfaatkan menjadi bagian dari karya edukatif.
Kegiatan
diawali dengan pengenalan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan
mengurangi penggunaan sampah plastik. Mahasiswa KKN menyampaikan materi
menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif agar siswa dapat memahami
persoalan sampah yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Setelah
memperoleh pemahaman dasar, siswa diajak mengikuti praktik pemanfaatan sampah
plastik. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipotong menjadi bagian-bagian
kecil dan dimanfaatkan untuk membentuk pola atau gambar tertentu. Siswa
menyusun potongan berdasarkan bentuk dan warna sehingga menghasilkan karya
visual yang menarik.
Aktivitas
tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kreatif, tetapi juga melatih
ketelitian, kesabaran, koordinasi motorik, serta kemampuan siswa bekerja sama
dengan teman. Proses belajar yang berlangsung melalui praktik membuat edukasi
lingkungan terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi peserta didik.
Perwakilan
mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang
untuk mengubah cara pandang siswa terhadap sampah sekaligus memperkenalkan
prinsip pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
“Kami
ingin menunjukkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal
sederhana. Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna dapat
dimanfaatkan menjadi karya apabila dikelola dengan kreatif. Melalui kegiatan
ini, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga kebersihan,
tetapi juga terbiasa melihat peluang pemanfaatan sampah di lingkungan sekitar,”
jelasnya.
Antusiasme
siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif memilih material, menentukan
warna, menyusun potongan plastik, serta berdiskusi dengan teman untuk
menyelesaikan karya. Suasana tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran
lingkungan dapat dikemas melalui pendekatan kreatif yang sesuai dengan
karakteristik anak usia sekolah dasar.
Dosen
Pendamping Lapangan (DPL) KKN Bintan 12, Hanafi Yunus, Lc., M.H.I.,
menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan sejak dini memiliki nilai strategis
dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.
“Kepedulian
terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan dan pengalaman nyata.
Ketika anak dilibatkan secara langsung dalam mengolah dan memanfaatkan kembali
sampah, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang
tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya,
kegiatan KKN dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan
pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Edukasi lingkungan yang
diberikan kepada siswa diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan melalui
kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah.
Bagi
mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Bintan 12, kegiatan tersebut menjadi bagian dari
kontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya
bersih, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran ekologis dan kreativitas
peserta didik.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa berharap siswa SD Negeri 003 Gunung Kijang semakin
memahami pentingnya mengurangi dan memanfaatkan sampah secara bijak. Lebih dari
sekadar menghasilkan sebuah karya, kegiatan ini menjadi pembelajaran bahwa
perubahan terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan
secara konsisten.
Dari
sampah lahir kreativitas, dari kreativitas tumbuh kepedulian. Sebab, menjaga
bumi tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dapat tumbuh dari
tangan-tangan kecil yang belajar mencintai lingkungannya. (LF/KKN Bintan 12)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026