السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ubah Sampah Jadi Karya, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Tanamkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

  • 13 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 121
Kegiatan Mahasiswa

Gunung Kijang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana ketika anak-anak diberi ruang untuk belajar, bereksperimen, dan berkarya. Semangat tersebut dihadirkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau Bintan 12 melalui kegiatan edukasi dan praktik kreatif pemanfaatan sampah plastik bersama siswa SD Negeri 003 Gunung Kijang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus ruang kreativitas bagi siswa untuk memahami bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah. Dengan pengelolaan dan kreativitas yang tepat, material yang semula dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan menjadi bagian dari karya edukatif.

Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan sampah plastik. Mahasiswa KKN menyampaikan materi menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif agar siswa dapat memahami persoalan sampah yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Setelah memperoleh pemahaman dasar, siswa diajak mengikuti praktik pemanfaatan sampah plastik. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan dimanfaatkan untuk membentuk pola atau gambar tertentu. Siswa menyusun potongan berdasarkan bentuk dan warna sehingga menghasilkan karya visual yang menarik.

Aktivitas tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kreatif, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, koordinasi motorik, serta kemampuan siswa bekerja sama dengan teman. Proses belajar yang berlangsung melalui praktik membuat edukasi lingkungan terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi peserta didik.

Perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengubah cara pandang siswa terhadap sampah sekaligus memperkenalkan prinsip pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

“Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan menjadi karya apabila dikelola dengan kreatif. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga terbiasa melihat peluang pemanfaatan sampah di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif memilih material, menentukan warna, menyusun potongan plastik, serta berdiskusi dengan teman untuk menyelesaikan karya. Suasana tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran lingkungan dapat dikemas melalui pendekatan kreatif yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Bintan 12, Hanafi Yunus, Lc., M.H.I., menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan sejak dini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.

“Kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan dan pengalaman nyata. Ketika anak dilibatkan secara langsung dalam mengolah dan memanfaatkan kembali sampah, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan KKN dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Edukasi lingkungan yang diberikan kepada siswa diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah.

Bagi mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Bintan 12, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya bersih, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran ekologis dan kreativitas peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap siswa SD Negeri 003 Gunung Kijang semakin memahami pentingnya mengurangi dan memanfaatkan sampah secara bijak. Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah karya, kegiatan ini menjadi pembelajaran bahwa perubahan terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dari sampah lahir kreativitas, dari kreativitas tumbuh kepedulian. Sebab, menjaga bumi tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dapat tumbuh dari tangan-tangan kecil yang belajar mencintai lingkungannya. (LF/KKN Bintan 12)