السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Kebersihan Menuju Kesadaran Beribadah, Mahasiswa KKN STAIN Kepri Edukasi Thaharah di SMAN 2 Bintan Pesisir

  • 31 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 24
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pemahaman mengenai thaharah atau bersuci menjadi salah satu fondasi penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam. Berangkat dari pentingnya pemahaman tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar edukasi thaharah bagi siswa SMAN 2 Bintan Pesisir, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Jumat (31/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada penguatan literasi keagamaan di kalangan pelajar. Melalui edukasi tersebut, mahasiswa berupaya membantu siswa memahami tata cara bersuci yang benar sebagai syarat utama dalam pelaksanaan ibadah sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan berbagai materi dasar tentang thaharah, mulai dari pengertian dan kedudukannya dalam Islam, jenis-jenis najis, penggunaan air untuk bersuci, tata cara wudu, hingga mandi wajib. Materi disampaikan melalui diskusi interaktif dan tanya jawab agar siswa lebih mudah memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan muncul terkait persoalan yang sering mereka temui dalam praktik ibadah sehari-hari, mulai dari keraguan dalam berwudu hingga pemahaman tentang najis dan cara mensucikannya. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat siswa untuk memperdalam pemahaman keagamaan yang bersifat praktis dan aplikatif.

Ketua Kelompok KKN Desa Kelong, Muhammad Syafiq, mengatakan bahwa edukasi thaharah dipilih karena merupakan ilmu dasar yang menjadi pondasi bagi berbagai ibadah dalam Islam.

“Thaharah sering dianggap sebagai materi yang sederhana, padahal pemahaman yang benar tentang bersuci menjadi syarat sah banyak ibadah. Karena itu, kami ingin membantu siswa memahami konsep dan praktiknya dengan baik agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Syafiq.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan.

“Sebagai mahasiswa perguruan tinggi keagamaan, kami memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai kebersihan dan kedisiplinan dalam beribadah,” katanya.

Lebih lanjut, Syafiq menilai bahwa pendidikan agama tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter. Pemahaman mengenai thaharah, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan diri dan lingkungan.

Kegiatan edukasi tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai memberikan tambahan wawasan keagamaan bagi siswa sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.


Melalui program ini, mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berupaya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. Dari ruang kelas di SMAN 2 Bintan Pesisir, mahasiswa berharap tumbuh kesadaran bahwa kebersihan bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari ibadah dan cerminan kualitas keimanan seseorang. (Gby/Syafiq)