السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Kepri Desa Dendun Tahun 2026 menggelar aksi gotong royong di Masjid Quba, Minggu (2/8). Mengangkat tema pengurangan sampah plastik sekali pakai, kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan atau ekoteologi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut melibatkan mahasiswa KKN bersama masyarakat dalam membersihkan area masjid, mulai dari ruang salat, halaman, teras, tempat wudu, hingga fasilitas pendukung lainnya. Dalam proses pembersihan, mahasiswa menemukan berbagai jenis sampah plastik seperti botol minuman, gelas sekali pakai, dan kemasan makanan yang kemudian dipilah sebelum dibuang.
Berbeda dari kegiatan gotong royong pada umumnya, aksi ini juga disertai edukasi kepada masyarakat mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Mahasiswa mengajak warga untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih pada kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, seperti membawa wadah minum sendiri serta memanfaatkan barang yang dapat digunakan berulang kali.
Melalui pendekatan tersebut, pengabdian yang dilakukan mahasiswa tidak hanya menghasilkan lingkungan masjid yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap persoalan sampah. Warga diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan bentuk nyata kepedulian terhadap ciptaan Tuhan.
Dampak kegiatan mulai terlihat dari meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masjid. Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan menyatakan kesiapannya untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah, terutama mengurangi kebiasaan meninggalkan botol dan kemasan plastik setelah kegiatan keagamaan maupun aktivitas sehari-hari di sekitar masjid.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi sarana untuk menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Sementara bagi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, program tersebut mempertegas peran kampus sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan melalui pengabdian masyarakat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa rumah ibadah dapat menjadi pusat edukasi lingkungan yang efektif. Melalui pendekatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pesan tentang pentingnya menjaga bumi dan mengurangi sampah plastik lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Desa Dendun berharap kesadaran yang telah dibangun tidak berhenti pada kegiatan gotong royong semata, tetapi berkembang menjadi kebiasaan kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, pengabdian yang dilakukan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik berupa lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang berupa tumbuhnya budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat Desa Dendun. (Gby/Raihan)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026