السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau Kelompok Bintan 11 bersama Lamun Warrior Indonesia Foundation melaksanakan Aksi Pengumpulan Serasah Lamun di Pantai Dolphin, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi sekaligus aksi nyata dalam mendukung konservasi pesisir dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kegiatan
dihadiri oleh Siti Nurohmatiljanah Setiawan, Co-Founder dan CEO Lamun
Warrior Indonesia Foundation, Tim Lamun Warrior Indonesia Foundation,
serta mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri. Kolaborasi tersebut memperlihatkan sinergi
antara perguruan tinggi, komunitas konservasi, dan masyarakat dalam memperkuat
kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem lamun sebagai salah satu
kekayaan hayati pesisir Indonesia.
Dalam
kegiatan tersebut, peserta melakukan pengumpulan serasah lamun yang terdampar
di kawasan pantai. Berbeda dengan aksi bersih pantai pada umumnya, kegiatan ini
tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana
pembelajaran mengenai fungsi ekologis lamun serta potensi pemanfaatan serasah lamun
yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.
Selain aksi lapangan, peserta memperoleh edukasi mengenai perbedaan antara lamun hidup dan serasah lamun. Tim Lamun Warrior menjelaskan bahwa lamun merupakan tumbuhan laut yang memiliki peran strategis sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung kawasan pesisir dari abrasi, serta penyerap karbon biru (blue carbon) yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.
Peserta juga diperkenalkan pada konsep pemanfaatan serasah lamun secara berkelanjutan. Serasah yang terkumpul dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti bahan baku kompos, kerajinan ramah lingkungan, hingga produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir.


Siti Nurohmatiljanah Setiawan, Co-Founder dan CEO Lamun Warrior Indonesia Foundation, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keberadaan ekosistem lamun.
"Kegiatan
ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kawasan pesisir, tetapi juga
meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekosistem lamun sebagai
penyangga kehidupan di wilayah pantai. Kami juga ingin mendorong pemanfaatan
serasah lamun secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat ekologis
sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Mahasiswa
KKN STAIN SAR Kepri menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam
memahami isu-isu konservasi pesisir secara langsung. Melalui keterlibatan
bersama komunitas pemerhati lingkungan, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai
pentingnya pendekatan edukatif dan kolaboratif dalam menjaga kelestarian sumber
daya alam.
Kegiatan
ini sekaligus menjadi implementasi pengabdian kepada masyarakat yang
mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan
masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan komitmen STAIN Sultan
Abdurrahman Kepulauan Riau dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan program
pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan.
Melalui
kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga
ekosistem lamun terus meningkat. Selain itu, pemanfaatan serasah lamun sebagai
produk bernilai guna diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan
manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Sinergi antara
mahasiswa KKN, Lamun Warrior Indonesia Foundation, dan masyarakat
diharapkan pula menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program konservasi
pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Bintan. (LF/KKN Bintan 11)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026