السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ekoteologi Beraksi! Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Pimpin Gerakan Bersih Pantai demi Kelestarian Pesisir

  • 01 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 163
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui aksi bersih pantai di RT 1 RW 3, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang mengusung semangat ekoteologi ini menjadi bagian dari upaya mengurangi pencemaran sampah plastik sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan amanah yang harus dijalankan manusia sebagai khalifah di bumi.

Aksi bersih pantai melibatkan mahasiswa KKN, Ketua RT 1 RW 3, serta masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, para peserta menyusuri kawasan pesisir untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik, seperti plastik sekali pakai, botol bekas, kemasan makanan, dan limbah lainnya yang berpotensi mencemari lingkungan laut.

Dalam beberapa jam pelaksanaan, puluhan kantong sampah berhasil dikumpulkan. Kondisi pantai yang semula dipenuhi sampah tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya melestarikan ekosistem laut.

Selain aksi bersih pantai, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan. Mereka menjelaskan bahwa plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sulit terurai dan dapat mengancam kehidupan biota laut, merusak habitat pesisir, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.


Pendekatan ekoteologi menjadi nilai utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Mahasiswa KKN mengajak masyarakat memahami bahwa dalam perspektif Islam, menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari ibadah dan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Nilai tersebut diwujudkan melalui aksi nyata dalam merawat lingkungan agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

Ketua RT 1 RW 3 Desa Malang Rapat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri yang menghadirkan program pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian adik-adik mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya membersihkan pantai, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi warga untuk bersama-sama mengurangi penggunaan sampah plastik serta menjaga kelestarian pantai," ujarnya.


Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi tema KKN berbasis ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan aksi pelestarian lingkungan.

"Melalui aksi ini kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan," terangnya.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berharap budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan mengintegrasikan semangat gotong royong dan nilai-nilai ekoteologi, aksi bersih pantai diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus memperkuat kesadaran bahwa merawat bumi merupakan amanah bersama demi keberlangsungan kehidupan generasi masa kini dan masa depan. (LF/Bintan7)