السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dorong UMKM Desa Go Digital, Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Hadirkan Pendampingan Pembuatan QRIS

  • 01 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 159
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat terus diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui program pendampingan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Sedamai, Sabtu (1/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan literasi digital sekaligus penguatan daya saing UMKM desa dalam menghadapi perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai manfaat penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mendampingi pelaku usaha secara langsung mulai dari proses registrasi hingga QRIS siap digunakan sebagai alternatif transaksi non-tunai.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berhasil mendampingi tiga UMKM strategis di Desa Sedamai dalam proses pembuatan QRIS. Registrasi dilakukan melalui platform pembayaran digital, seperti DANA dan GoPay, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh layanan QRIS sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Kehadiran QRIS diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melayani konsumen, memperluas pilihan metode pembayaran, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap usaha yang dijalankan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital UMKM di tingkat desa.

Perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan membantu pelaku usaha memperoleh QRIS, tetapi juga membangun kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

"Kami berharap pendampingan ini menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi pembayaran bukan sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing usaha di era ekonomi digital," ungkapnya.

Program pendampingan QRIS merupakan salah satu bentuk implementasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM, STAIN SAR Kepri  berupaya mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi desa yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.

Ke depan, mahasiswa KKN berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Sedamai yang memanfaatkan sistem pembayaran digital sehingga transformasi ekonomi berbasis teknologi dapat berkembang secara merata. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan UMKM desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (LF/KKN Sedamai)