السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Edukasi Anti-Bullying Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri Bangkitkan Kesadaran Siswa Wujudkan Sekolah Aman dan Inklusif

  • 30 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 191
Kegiatan Mahasiswa

Bintan Pesisir, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Membangun lingkungan sekolah yang aman tidak cukup hanya melalui aturan, tetapi juga dengan menumbuhkan empati dan kepedulian sejak dini. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar edukasi pencegahan bullying di SMP Negeri 19 Bintan Pesisir, Desa Kelong, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter serta pembentukan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan diikuti secara antusias oleh para siswa. Melalui pendekatan yang komunikatif dan partisipatif, mahasiswa KKN mengajak peserta memahami pentingnya membangun hubungan sosial yang saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa memaparkan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah preventif untuk mencegah dan menghentikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Penyampaian materi diperkaya dengan diskusi interaktif, studi kasus, serta kisah-kisah inspiratif yang mendorong siswa untuk lebih peka terhadap kondisi teman di sekitarnya.

Mahasiswa juga menekankan bahwa perundungan tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa tindakan verbal, pengucilan sosial, maupun perundungan melalui media digital (cyberbullying). Oleh karena itu, setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi dengan membangun budaya saling menghormati dan saling melindungi.

Suasana kegiatan berubah menjadi penuh haru ketika memasuki sesi refleksi. Beberapa siswa tampak meneteskan air mata setelah mendengarkan materi dan berbagi pengalaman mengenai dampak psikologis yang ditimbulkan oleh tindakan bullying. Momen tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan tidak hanya memperluas pengetahuan peserta, tetapi juga membangun kesadaran emosional serta empati terhadap sesama.


Perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah.

"Melalui edukasi ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk menghentikan, mencegah, dan tidak menjadi bagian dari tindakan perundungan. Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya," tuturnya.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, mahasiswa KKN juga mengajak seluruh siswa untuk mulai membangun budaya saling mendukung, menghargai keberagaman, serta tidak ragu melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan bullying kepada guru maupun pihak yang dipercaya.

Pihak SMP Negeri 19 Bintan Pesisir memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, edukasi yang diberikan mampu memperkuat pendidikan karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kepedulian sosial antarsiswa.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan tentang bahaya bullying, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, dan karakter positif pada peserta didik. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. Edukasi anti-bullying diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya sekolah yang lebih ramah, inklusif, dan humanis, sehingga setiap siswa dapat belajar, berkembang, serta meraih prestasi dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh penghormatan terhadap sesama. (LF/KKN Bintan Kelong)