السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun 2026 pada Senin (27/7) di Ruang Rapat Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu STAIN Kepri. Pertemuan tersebut difokuskan pada pemantapan pelaksanaan PPL, khususnya terkait penetapan dosen pembimbing lapangan (DPL) serta lokasi penempatan mahasiswa dari berbagai program studi yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Rapat yang dipimpin oleh Plt. Wakil Ketua I STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau itu dihadiri oleh unsur pimpinan, ketua program studi, panitia PPL, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam layanan akademik. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk memastikan seluruh proses akademik pada semester baru dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi.

Fadhila menegaskan bahwa PPL merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik di lapangan. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan PPL dapat berjalan efektif dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa.
“Penetapan lokasi dan dosen pembimbing lapangan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing program studi. Dengan perencanaan yang baik, PPL diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja profesional,” ujarnya.
Kasubbag Layanan Akademik STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dvi Afriansyah, S.Pd.I., M.AP., menjelaskan bahwa koordinasi lintas unit diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan masing-masing program studi dengan lokasi penempatan mahasiswa di lapangan.
.jpeg)
“PPL merupakan bagian penting dari proses akademik karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan. Oleh sebab itu, penentuan lokasi dan dosen pembimbing perlu dilakukan secara cermat agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan capaian pembelajaran masing-masing program studi,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, panitia bersama para ketua program studi membahas sejumlah lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan PPL serta distribusi mahasiswa berdasarkan kebutuhan dan karakteristik program studi. Selain itu, penetapan dosen pembimbing lapangan juga menjadi perhatian utama guna memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan yang optimal selama menjalani praktik.
Ketua Panitia PPL Tahun 2026, Dr. Aidillah Suja, M.Pd.I mengatakan bahwa proses penentuan lokasi dan DPL merupakan tahapan strategis yang akan menentukan kualitas pelaksanaan PPL secara keseluruhan.
.jpeg)
“PPL bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan kondisi nyata di lapangan. Karena itu, kami berupaya menempatkan mahasiswa pada lokasi yang relevan dengan bidang keilmuan mereka serta didampingi oleh dosen pembimbing yang memiliki kompetensi sesuai,” kata Aidil.
Menurutnya, sinergi antara program studi, dosen pembimbing, dan lembaga mitra sangat diperlukan agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi profesional mereka.
Melalui rapat koordinasi ini, STAIN Kepri berharap seluruh tahapan persiapan PPL Tahun 2026 dapat diselesaikan secara matang. Dengan perencanaan yang baik, pelaksanaan PPL diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran yang memperkuat keterampilan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. (Gby)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026