السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pendidikan dan pemberdayaan, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam melestarikan budaya lokal. Hal itulah yang ditunjukkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau saat berpartisipasi menyukseskan Festival Durian Bekapur 2026 di Lapangan Sepak Bola Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Minggu (26/7/2026). Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari sinergi bersama pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya Melayu sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah.
Festival
yang menjadi bagian dari rangkaian Bintan Trekking 2026 tersebut
dihadiri oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, masyarakat setempat, serta ratusan
peserta dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Antusiasme masyarakat tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan yang
mengangkat kekayaan durian lokal sebagai identitas kuliner sekaligus warisan
budaya Kabupaten Bintan.
Dalam
sambutannya, Bupati Bintan Roby Kurniawan menegaskan bahwa Kenduri dan Festival
Durian Bintan tidak sekadar menjadi perayaan musim panen, tetapi juga merupakan
upaya menjaga keberlanjutan budaya Melayu serta memperkenalkan potensi wisata
daerah kepada masyarakat luas.
"Kenduri
Durian Bintan bukan hanya tradisi makan bersama atau perayaan musim panen.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat Melayu
atas limpahan rezeki, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan
menjaga warisan budaya agar tetap lestari," ujar Roby.
Sebelum pelaksanaan festival, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri telah terlibat dalam berbagai persiapan sejak Sabtu (25/7/2026). Bersama panitia dan masyarakat Desa Bekapur, mahasiswa membantu menyiapkan perlengkapan acara, menata lokasi kegiatan, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis festival berjalan dengan baik.


Mahasiswa
juga berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong membersihkan dan menata
kawasan Lapangan Sepak Bola Bekapur sebagai lokasi utama penyelenggaraan
festival. Kegiatan tersebut menjadi cerminan semangat kolaborasi antara
mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan
siap menyambut para pengunjung.
Perwakilan
mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menyampaikan bahwa keterlibatan dalam Festival
Durian Bekapur memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya sinergi
antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melestarikan
budaya lokal.
"Melalui
keterlibatan dalam Festival Durian Bekapur 2026, kami belajar bahwa pengabdian
kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan edukasi, tetapi juga
melalui dukungan terhadap pelestarian budaya dan promosi potensi daerah. Kami
berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi positif sekaligus
mempererat hubungan dengan masyarakat Desa Bekapur," tuturnya.
Keikutsertaan
mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam Festival Durian
Bekapur 2026 diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong
royong, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Di sisi lain,
kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi
wisata, kuliner, dan budaya Desa Bekapur kepada masyarakat yang lebih luas,
sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bintan.
(LF/Bintan5)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026