السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Peringati Hari Anak Nasional, Mahasiswa KKN Desa Dendun Gelar Sosialisasi Cita-Cita dan Anti-Bullying di SD Negeri 002 Mantang

  • 23 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 76
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Dendun STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Sosialisasi Cita-Cita dan Anti-Bullying di SD Negeri 002 Mantang, Kamis (23/7). Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar berani meraih cita-cita sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi SD Negeri 002 Mantang bersama mahasiswa KKN Desa Dendun 2026. Acara diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti seluruh peserta di halaman sekolah. Setelah itu, siswa diajak mengikuti jalan santai yang berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan.

Usai kegiatan fisik, mahasiswa KKN melanjutkan acara dengan sosialisasi mengenai pentingnya memiliki cita-cita sejak usia dini. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar, berusaha, dan percaya diri dalam meraih masa depan yang diimpikan.

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, mahasiswa KKN memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk maju ke depan dan menceritakan cita-cita mereka. Antusiasme peserta terlihat ketika sejumlah siswa dengan percaya diri menyampaikan impian mereka di hadapan teman-temannya. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKN memberikan hadiah kepada siswa yang berani tampil dan berbagi cerita tentang cita-cita mereka.

Raihan Saputra, mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi Cita-Cita dan Anti-Bullying dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter dan motivasi belajar anak-anak sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada adik-adik bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa perilaku bullying dapat memberikan dampak negatif bagi korban maupun lingkungan sekitar, sehingga harus dicegah bersama sejak dini,” ujarnya.

Raihan menambahkan bahwa pendekatan edukatif yang dikemas melalui permainan, diskusi interaktif, dan drama singkat dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh siswa.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga dapat memberikan pemahaman yang membekas bagi anak-anak. Semoga mereka semakin percaya diri dalam meraih impian serta mampu menciptakan lingkungan pertemanan yang saling menghargai, aman, dan bebas dari perundungan,” tambahnya.

Selain memberikan motivasi mengenai masa depan, mahasiswa KKN juga menyampaikan materi tentang anti-bullying. Dalam sosialisasi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perilaku perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya.

Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa KKN menampilkan drama edukatif yang menggambarkan contoh kasus bullying di lingkungan sekolah. Melalui drama tersebut, siswa diajak memahami bagaimana mengenali perilaku perundungan serta cara bersikap ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan bullying.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN mengadakan sesi evaluasi dengan mengajak siswa mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Beberapa siswa yang mampu menjelaskan pengertian bullying dan memberikan contoh perilaku perundungan mendapatkan hadiah sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Desa Dendun berharap siswa-siswi SD Negeri 002 Mantang semakin termotivasi untuk merencanakan masa depan dan meraih cita-cita sejak dini. Selain itu, pemahaman mengenai bahaya bullying diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari tindakan perundungan. (Gby/Raihan)