السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bangun Kolaborasi Internasional, STAIN SAR Kepri dan WARISCARE Malaysia Teken MoU Penguatan Warisan Melayu Islam Nusantara

  • 23 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 329
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bagian dari komitmen memperluas jejaring akademik di tingkat internasional, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menjalin kerja sama strategis dengan Pertubuhan Cakna dan Warisan Malaysia (WARISCARE) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Ruang Ketua STAIN SAR Kepri, Kamis (23/7/2026). Kemitraan ini difokuskan pada penguatan kolaborasi dalam pengembangan budaya Melayu Islam Nusantara, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., bersama Pengerusi Pertubuhan WARISCARE Malaysia, Prof. Adjung Johan Ariff bin Ismail. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), jajaran dosen STAIN SAR Kepri, serta delegasi dari Pertubuhan WARISCARE Malaysia.

Kerja sama internasional ini bertujuan membangun sinergi dalam Penguatan budaya dan warisan Melayu Islam Nusantara, penelitian sejarah dan peradaban Islam Nusantara, pendidikan dan pelatihan budaya, pengembangan program akademik, seminar serta forum internasional, penerbitan ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan pariwisata warisan.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua institusi juga berkomitmen mengembangkan berbagai program akademik dan pendidikan, seperti penyelenggaraan seminar Islam Nusantara, kuliah umum, program mobilitas mahasiswa dan dosen, serta kursus singkat yang berfokus pada budaya Melayu Islam. Di bidang penelitian, ruang lingkup kerja sama mencakup kajian sejarah Melayu Islam, penelitian manuskrip dan warisan, penerbitan jurnal ilmiah, buku, dokumenter, hingga pengumpulan data budaya Nusantara.


Selain aspek akademik, kedua lembaga sepakat memperkuat kolaborasi melalui penyelenggaraan festival budaya Melayu Islam, pertunjukan seni tradisional, pelestarian warisan budaya, dakwah berbasis seni dan budaya, pelatihan kewirausahaan budaya, sertifikasi produk lokal, pengembangan masyarakat, serta program kesukarelawanan internasional.

Dalam implementasinya, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau akan menyediakan dukungan akademik melalui keterlibatan dosen, mahasiswa, serta fasilitas pendidikan dan penelitian. Sementara itu, WARISCARE Malaysia akan berperan dalam koordinasi program budaya dan kemasyarakatan, memperluas jaringan kerja sama internasional, serta memberikan dukungan logistik dalam pelaksanaan berbagai program kolaboratif.

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi STAIN SAR Kepri di tingkat regional dan global.

"Kerja sama internasional menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir berbagai program akademik, penelitian, serta pelestarian budaya Melayu Islam Nusantara yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas," tegasnya.


Sementara itu, Prof. Adjung Johan Ariff bin Ismail menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan antara WARISCARE Malaysia dan STAIN SAR Kepri. Menurutnya, kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai Islam antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

"Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi wadah pertukaran ilmu, pengalaman, serta pelaksanaan berbagai program bersama dalam bidang budaya, pendidikan, dan pembangunan masyarakat, sehingga mampu memperkukuh hubungan serumpun Melayu di kawasan Nusantara," ujarnya.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif membangun jejaring internasional. Kolaborasi dengan WARISCARE Malaysia diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai inovasi akademik, riset kolaboratif, pelestarian budaya Melayu Islam Nusantara, serta penguatan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia. (LF/ACU)