السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bagian dari komitmen memperluas jejaring akademik di tingkat internasional, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menjalin kerja sama strategis dengan Pertubuhan Cakna dan Warisan Malaysia (WARISCARE) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Ruang Ketua STAIN SAR Kepri, Kamis (23/7/2026). Kemitraan ini difokuskan pada penguatan kolaborasi dalam pengembangan budaya Melayu Islam Nusantara, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., bersama Pengerusi Pertubuhan WARISCARE Malaysia, Prof. Adjung Johan Ariff bin Ismail. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), jajaran dosen STAIN SAR Kepri, serta delegasi dari Pertubuhan WARISCARE Malaysia.
Kerja
sama internasional ini bertujuan membangun sinergi dalam Penguatan budaya dan
warisan Melayu Islam Nusantara, penelitian sejarah dan peradaban Islam
Nusantara, pendidikan dan pelatihan budaya, pengembangan program akademik,
seminar serta forum internasional, penerbitan ilmiah, pertukaran dosen dan
mahasiswa, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan
pariwisata warisan.
Melalui kesepakatan tersebut, kedua institusi juga berkomitmen mengembangkan berbagai program akademik dan pendidikan, seperti penyelenggaraan seminar Islam Nusantara, kuliah umum, program mobilitas mahasiswa dan dosen, serta kursus singkat yang berfokus pada budaya Melayu Islam. Di bidang penelitian, ruang lingkup kerja sama mencakup kajian sejarah Melayu Islam, penelitian manuskrip dan warisan, penerbitan jurnal ilmiah, buku, dokumenter, hingga pengumpulan data budaya Nusantara.


Selain
aspek akademik, kedua lembaga sepakat memperkuat kolaborasi melalui
penyelenggaraan festival budaya Melayu Islam, pertunjukan seni tradisional,
pelestarian warisan budaya, dakwah berbasis seni dan budaya, pelatihan
kewirausahaan budaya, sertifikasi produk lokal, pengembangan masyarakat, serta
program kesukarelawanan internasional.
Dalam
implementasinya, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau akan menyediakan
dukungan akademik melalui keterlibatan dosen, mahasiswa, serta fasilitas
pendidikan dan penelitian. Sementara itu, WARISCARE Malaysia akan berperan
dalam koordinasi program budaya dan kemasyarakatan, memperluas jaringan kerja
sama internasional, serta memberikan dukungan logistik dalam pelaksanaan
berbagai program kolaboratif.
Ketua
STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa penguatan
kerja sama internasional merupakan bagian dari strategi institusi dalam
meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi STAIN
SAR Kepri di tingkat regional dan global.
"Kerja sama internasional menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir berbagai program akademik, penelitian, serta pelestarian budaya Melayu Islam Nusantara yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas," tegasnya.

Sementara
itu, Prof. Adjung Johan Ariff bin Ismail menyampaikan apresiasi atas
terjalinnya kemitraan antara WARISCARE Malaysia dan STAIN SAR Kepri.
Menurutnya, kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai Islam antara Indonesia
dan Malaysia menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi yang
berkelanjutan.
"Kami
berharap kerja sama ini dapat menjadi wadah pertukaran ilmu, pengalaman, serta
pelaksanaan berbagai program bersama dalam bidang budaya, pendidikan, dan
pembangunan masyarakat, sehingga mampu memperkukuh hubungan serumpun Melayu di
kawasan Nusantara," ujarnya.
Melalui
penandatanganan Nota Kesepahaman ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau
kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif
membangun jejaring internasional. Kolaborasi dengan WARISCARE Malaysia
diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai inovasi akademik, riset
kolaboratif, pelestarian budaya Melayu Islam Nusantara, serta penguatan
diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia. (LF/ACU)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026