السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ikuti Penyusunan Pagu Anggaran Ditjen Pendis 2027, STAIN SAR Kepri Perkuat Fondasi Perencanaan Strategis Institusi

  • 17 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 135
Berita Utama

Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun Anggaran 2027 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada 14–17 Juli 2026 di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah perencanaan dan penganggaran pendidikan tinggi Islam agar lebih adaptif terhadap kebijakan nasional serta mendukung peningkatan mutu tata kelola perguruan tinggi.

STAIN SAR Kepri diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK) Dr. H. Imam Subekti, M.Pdi bersama tiga orang perencana yang terlibat aktif dalam pembahasan penyusunan pagu anggaran sebagai bagian dari penguatan perencanaan pembangunan kampus pada tahun anggaran 2027.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., yang menegaskan pentingnya perencanaan anggaran yang efektif, efisien, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi keagamaan Islam.


Selanjutnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.A., memaparkan arah kebijakan pendidikan tinggi Islam yang akan menjadi landasan penyusunan anggaran tahun 2027. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perencanaan anggaran harus semakin responsif terhadap kebijakan strategis Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat kualitas kehidupan keagamaan yang maslahat, meningkatkan mutu pendidikan yang cerdas, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat mutu dan rekognisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, termasuk melalui peningkatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta pengembangan akreditasi dan rekognisi internasional sebagai indikator daya saing PTKIN di tingkat global.

Materi teknis penyusunan pagu anggaran selanjutnya disampaikan oleh Ketua Tim Perencanaan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Danang Sulistya Hadi, S.T., M.T. Paparan tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme penyusunan anggaran berbasis kinerja, sinkronisasi program prioritas nasional, serta strategi penyusunan dokumen perencanaan yang akuntabel dan terukur.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis sebaran pagu anggaran PTKIN oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam yang didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kepada perwakilan rektor PTKIN yang hadir sebagai simbol dimulainya proses perencanaan anggaran tahun 2027 secara nasional.


Kabag AUAK STAIN SAR Kepri, Dr. H. Imam Subekti, M.Pdi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas institusi dalam menyusun perencanaan anggaran yang lebih terukur, efektif, dan akuntabel.

"Melalui kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun 2027 ini, kami memperoleh berbagai penguatan kebijakan dan teknis penyusunan anggaran yang menjadi bekal dalam mewujudkan perencanaan institusi yang lebih terukur, transparan, akuntabel, serta selaras dengan arah pembangunan pendidikan tinggi Islam nasional," ungkap Dr. Imam.

Keikutsertaan dalam forum nasional ini menjadi bagian dari ikhtiar STAIN SAR Kepri  untuk terus memperkuat tata kelola perencanaan dan penganggaran yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Melalui perencanaan yang matang dan terukur, institusi diharapkan semakin mampu mempercepat peningkatan mutu akademik, memperkuat kualitas layanan pendidikan, serta mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional. (LF/Tika)