السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali melaksanakan kegiatan tahunan berupa Pelatihan Ekspor Impor pada Sektor Halal Industri yang berlangsung di Laboratorium Perbankan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Senin (13/07). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta terkait peluang, mekanisme, serta pengelolaan ekspor impor dalam industri halal yang terus berkembang di pasar global.
Pelatihan diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, mahasiswa undangan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Institut Agama Islam Miftahul Ulum, STIE Pembangunan, serta pelaku usaha yang berasal dari perwakilan Sentra Kerupuk Bintan dan penampung ikan di Kabupaten Bintan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Ajeng Selanda Rianto, S.Ak. dari PT Bionesia Organic Foods, Bintan, serta Mohammad Dava Manossoh, S.H. dari PT Bintan Inti Industrial Estate (BIE). Kedua narasumber berbagi pengalaman dan wawasan mengenai praktik ekspor impor yang berkembang di sektor industri halal, sekaligus memberikan gambaran tentang peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan generasi muda.
Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah,, Kamaruzaman, M.M menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya prodi dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Menurutnya, perkembangan industri halal yang semakin pesat menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep bisnis syariah, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dalam pengembangan pasar global.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta diperkenalkan pada berbagai strategi pengembangan pemasaran produk halal ke pasar internasional. Narasumber menjelaskan bagaimana industri halal memiliki peluang besar untuk berkembang melalui perluasan jaringan perdagangan global, khususnya pada sektor pangan, produk olahan, dan komoditas yang memiliki sertifikasi halal.
Selain membahas peluang pasar internasional, pelatihan juga memberikan pemahaman praktis mengenai proses ekspor impor, mulai dari persiapan produk, persyaratan perdagangan internasional, hingga pengelolaan dokumen yang diperlukan dalam kegiatan ekspor dan impor. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai dokumen penting yang menjadi bagian dari proses perdagangan internasional pada sektor halal industry.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memungkinkan peserta menggali informasi secara langsung dari para praktisi industri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait strategi penetrasi pasar, tantangan ekspor produk halal, serta peluang pengembangan usaha berbasis industri halal di Kepulauan Riau.
.jpeg)
Melalui pelatihan ini, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAIN Kepri berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa dan pelaku usaha mengenai pentingnya penguasaan kompetensi ekspor impor sebagai bagian dari pengembangan industri halal yang berdaya saing global. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen prodi dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia industri guna menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dan peluang ekonomi global. (Gby)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026
GenBI STAIN Kepri Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis dalam Rangka Pra-PBAK 2026