السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Studi Lapangan Manuskrip AlQuran yang ditulis di Daun Lontar di Mesjid Al Hidayah Tiban Lama Batam Memperkaya Pengetahuan Mahasiswa IAT

  • 07 Juni 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 108
Kabar Prodi

Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Kegiatan studi lapangan menggugah semangat pembelajaran yang diadakan di Mesjid Al Hidayah Tiban Lama Kota Batam diinisiasi dan didampingi oleh Dosen Dian Rahmawati, S.Th.I, MA, dan Labor IAT STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada Jumat, 07 Juni 2024.

Bertindak sebagai tuan rumah, Pengurus Mesjid Al Hidayah dengan hangat menyambut kehadiran rombongan dari STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Pembukaan kegiatan diawali dengan pemaparan sejarah yang mendalam oleh Bapak Anan Busyro, selaku Imam Mesjid Al Hidayah, mengenai Manuskrip AlQuran yang ditulis di Daun Lontar. 

Sebagaimana yabg dijelaskan.manuskrip ini merupakan amanah yang dijaga dengan penuh kehormatan oleh Mesjid Al Hidayah, manuskrip ini berasal dari Kerajaan Samudra Pasai dan disimpan dengan hati-hati sejak malam Rabu 14 September 2021. Tulisan yang luar biasa ini, dikarang oleh Habib Abdul Kadir Assyegaf, terdiri dari surat-surat pilihan yang terdiri dari 33 lembar.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa terkait naskah kuno. Melihat langsung manuskrip yang disimpan dengan begitu cermat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka. 

Kesempatan untuk melihat manuskrip yang ditulis di daun lontar dan dibungkus dengan kulit pohon lontar menjadi momen yang istimewa.

Para mahasiswa, dipenuhi dengan antusiasme, menyimak dengan seksama penjelasan dari Bapak Anan Busyro. Mereka juga berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai manuskrip tersebut.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Mesjid Al Hidayah dan narasumber atas kontribusi dan keramahan mereka. 

 

Harapan dengan kegiatan ini ialah meningkatnya kepedulian dan upaya pembelajaran terkait peninggalan Islam di Kepulauan Riau, semoga hal ini dapat terus memperkaya pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam memahami warisan budaya dan sejarah Islam.(Gby)