السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Gelar Apel Peringatan Harkitnas ke-116, Tekankan Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas

  • 20 Mei 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 122
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri menggelar apel pagi dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116. Acara yang berlangsung di halaman Gedung Rektorat pada Senin pagi ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan pegawai dari berbagai unit kerja STAIN.

Apel dipimpin oleh Ketua STAIN, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, yang membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si. 

Dalam sambutannya, Menteri Budi Arie Setiadi mengusung tema “Kebangkitan Ketua Menuju Indonesia Emas” untuk peringatan Harkitnas tahun ini.

Tema tersebut, menurut Menteri Budi Arie, dipilih untuk menyalakan semangat dan kekuatan seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi era transformasi teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat. Ia menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam berbagai aspek kehidupan untuk mencapai visi Indonesia Emas.

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepri melakukan apel pagi di halaman Gedung Rektorat, pada Senin (20/05/2024).

Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan pegawai dari unit kerja. Apel ini di pimpin oleh Ketua STAIN, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag yang membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si

Dalam sambutannya, Menteri Budi Arie Setiadi mencanangkan tema “Kebangkitan Ketua Menuju Indonesia Emas” untuk Harkitnas 2024. 

Tema ini diambil dalam rangka untuk menyalakan semangat dan kekuatan seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi era transformasi teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita semua menyaksikan bahwa kemajuan teknologi telah menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari. Dalam dua dekade mendatang, langkah kita sangat menentukan dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa ini. Refleksi terhadap perjalanan sejarah kebangsaan menjadi penting sebagai bekal menghadapi masa depan. Sejarah bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.

Kebangkitan Nasional: Dari Boedi Oetomo hingga Era Digital

Tanggal 20 Mei 1908 menandai lahirnya organisasi Boedi Oetomo, yang menjadi simbol perjuangan kemerdekaan Indonesia. Organisasi ini didirikan oleh sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia, dan menjadi motor penggerak gerakan nasionalisme. Boedi Oetomo menjadi tempat pembelajaran dan perdebatan tentang pentingnya pendidikan dan perluasan keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.

Kartini: Inspirasi Kebangkitan

Sebelum Boedi Oetomo, Kartini sudah lebih dahulu mengawali gagasan kemerdekaan dan kemajuan melalui tulisan-tulisannya. Ia menyadari bahwa pendidikan adalah jalan menuju kemerdekaan dan kebebasan, baik bagi individu maupun bangsa. Kartini menjadi inspirasi bagi para pemuda yang kelak menjadi pelopor kebangkitan nasional.

Menuju Indonesia Emas 2045

Saat ini, Indonesia berada di fase kebangkitan kedua. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru. Bonus demografi dengan 60% penduduk usia produktif dalam dua dekade ini menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan untuk inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Presiden Joko Widodo sering menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi ini untuk meraih peluang menjadi negara maju dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

Transformasi digital menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman. Tingkat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79.5% menunjukkan potensi besar dalam ekonomi digital. Transformasi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan produktivitas. Di sisi sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

STAIN Kepri Galakkan Penguatan Literasi di Lingkungan Dosen dan Tenaga Kependidikan

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan pentingnya penguatan literasi di kalangan dosen dan tenaga kependidikan. Dalam pidatonya, Dr. Faisal menyatakan bahwa untuk mengalihkan status kampus menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tersedianya literasi yang memadai, termasuk jumlah buku bacaan yang cukup di perpustakaan kampus.

Penyerahan SK Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan Tahun 2024

Selain menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116, acara di STAIN Kepri juga diisi dengan agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan Tahun 2024. SK PPPK ini diserahkan langsung oleh Ketua STAIN, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., kepada para pegawai yang telah resmi lulus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di STAIN Kepri.

 

 

 

Penyerahan SK PPPK ini menjadi momen apresiasi dan penghargaan bagi para pegawai yang telah resmi bergabung sebagai bagian dari civitas akademika STAIN Kepri. Dalam sambutannya, Dr. Faisal mengucapkan selamat kepada para penerima SK PPPK dan berharap mereka dapat berkontribusi secara optimal dalam mendukung visi dan misi STAIN Kepri menuju perubahan status menjadi IAIN.

Acara apel pagi ini menjadi momen refleksi bagi seluruh civitas akademika STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, mengingatkan kembali pentingnya semangat kebangkitan nasional dalam membangun bangsa yang berdaya saing di era digital.

Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas!(Gby)