السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Seminar Nasional di STAIN SAR Kepri: Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Berbasis Bimbingan Konseling dan Kearifan Lokal

  • 13 Mei 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 65
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam menggelar kegiatan Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Acara ini berlangsung di Auditorium Razali Jaya STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dengan tema "Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Berbasis Bimbingan Konseling dan Kearifan Lokal." Pada Senin, 13 Mei 2024.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, dan narasumber utama dari UIN Salatiga, Jawa Tengah, Dr. Lilik Sriyanti, M.Si. Selain itu, hadir pula dosen Program Studi PAI, mahasiswa Prodi PAI, perwakilan dari BEM se-Tanjung Pinang Bintan, serta masing-masing organisasi mahasiswa (Ormawa) STAIN SAR Kepri. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 230 orang.

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan Seminar Nasional yang diadakan oleh HMPS Pendidikan Agama Islam. 

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif penyelenggaraan seminar dengan tema yang sangat relevan dan penting dalam konteks pendidikan saat ini, yaitu "Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Berbasis Bimbingan Konseling dan Kearifan Lokal."

Dr. Muhammad Faisal menekankan bahwa tema seminar ini sangat tepat dan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia. Beliau menggarisbawahi peran sentral guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik, yang tidak hanya berdasarkan pada pengetahuan akademis tetapi juga pada nilai-nilai moral dan etika.

Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya integrasi antara bimbingan konseling dan kearifan lokal dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendekatan ini mampu memberikan bimbingan yang lebih holistik dan kontekstual bagi peserta didik, sehingga mereka dapat mengembangkan karakter yang kuat, beretika, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Terakhir, Dr. Muhammad Faisal berharap agar seminar seperti ini dapat terus diselenggarakan secara rutin, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan membentuk generasi muda yang berkarakter unggul dan berintegritas.(Gby/Nrfzh/Fatma)