السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mengangkat Martabat Pencak Silat STAIN Kepri: Cerita Sukses dari Kejuaraan Kapolda Kepri Cup di Tanjungpinang

  • 12 Mei 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 79
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Cup dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024 merupakan sebuah acara yang sangat penting dalam dunia pencak silat yang dilaksanakan di Mall TCC Tanjungpinang pada, Jum’at- Minggu, 10 s/d 12 Mei 2024.

Kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Cup merupakan sebuah acara yang ajang kompetisi dan wadah untuk memperkuat hubungan antara pecinta pencak silat dari berbagai daerah.

Pak Huzrin dari PB IPSI, ketua BP3KR, dan Abdul Halim Kabid olah raga Dispora provinsi sebagai perwakilan dari Gubernur Kepulauan Riau, menambahkan nilai prestise acara tersebut dengan kehadiran mereka. Partisipasi dari 240 pesilat dari berbagai daerah, termasuk Johor, Malaysia, menunjukkan betapa besarnya minat dan antusiasme terhadap kejuaraan ini.

Kegiatan dimulai dengan kata sambutan dari Ketua IPSI Tanjung Pinang dan Kapolda Kepri, yang memberikan semangat dan harapan untuk suksesnya kejuaraan ini. Sesi foto bersama menjadi momen yang penting untuk mengabadikan kenangan dan memperkuat ikatan sosial antara peserta dan panitia.

Pengumuman juara pada Minggu, 12 Mei 2024, menjadi puncak acara yang dinantikan oleh semua peserta. Kemenangan atlet dari perwakilan STAIN SAR yang berhasil membawa pulang tiga medali perunggu dari dua kategori yang berbeda merupakan suatu pencapaian yang membanggakan. 

Ucapan selamat kepada M. Hafis Rizki & M. Rafi Maulana Iksan serta M. Hafis Rizki atas prestasi yang diraih. Mendapatkan juara III dalam kategori Ganda Putra dan Tanding Kelas B Putra merupakan pencapaian yang luar biasa.

Hal ini tidak hanya mengangkat nama mereka sebagai atlet STAIN Kepri, tetapi juga mengukuhkan posisi Tanjung Pinang sebagai salah satu pusat pencak silat yang berkualitas.

Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan olahraga tradisional Indonesia seperti pencak silat.(Gby/LaAngga)