السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Prodi KPI STAIN Kepri Gelar Seminar Kebangsaan Dalam Rangka Cerdas Pemilu

  • 06 Februari 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 76
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (Prodi KPI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) menggelar Seminar Kebangsaan dalam rangka pelaksaan pesta demokrasi (Pemilu) pada 14 Februari mendatang.

Kegiatan tersebut digelar pada Selasa, 06 Februari 2024 dengan menghadirkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan, Herianto dan Dosen STAIN SAR Kepri, Ibnu Arifin, M.H sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Seminar Kebangsaan Cerdas Pemilu" di Auditorium Razali Jaya.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini bukan atas kemauan kami sendiri, melainkan kebutuhan kita bersama. Tahun politik ini merupakan tahun pesta demokrasi yang menjadi penentu untuk masa depan bangsa dan negara," kata Ketua Hima Prodi KPI, Indra Sukmana.

Seminar ini fokus membahas isu tentang bijak berdigitalisasi pada mahasiswa dalam pemilu serentak tahun 2024, dalam rangka kesiapan mahasiswa menjelang pemilu 2024 yang akan digelar 10 hari ke depan.

Selanjutnya, Indra mengharapkan agar seluruh mahasiswa yang terlibat dalam seminar ini  dapat menyimak materi sampai selesai  agar kita semua mendapatkan edukasi dalam menghadapi isu-isu konflik menjelang pemilu.

Ketua Prodi KPI, Afna Fitria, M.Si mengatakan, pembahasan pada seminar ini sebenarnya sangat fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

"Sekarang ini banyak sekali berita hoaks, ujaran kebencian mudah tersebar. Maka dengan adanya kegiatan ini diharapakan kita semua jeli dan bijak dalam menggunakan media sosial di era menjelang pemilihan umum," katanya.

Sementara itu, Ibnu Arifin, M.H selaku narasumber menyampaikan, di era digital ini mahasiswa harusnya mampu menyaring berita-berita hoaks yang beredar. Mampu meredam dan menyatukan ide atau gagasan yang baik sebagai mahasiswa yang intelek. Bukan malah menyebarkan ujaran kebencian dan memecahbelahkan persatuan. 

“Memilih pemimpin itu bukanlah memilih yang terbaik. Tetapi, memilih pemimpin yang tidak buruk dalam berkuasa," ujarnya

Ibnu menambahkan, sasaran dalam pelaksanaan kegiatan ini ialah mahasiswa. Mahasiswa merupakan agen penggerak dalam membantu kesuksesan pemilu 2024. Karenanya, mahasiswa hendaknya tidak memilih golput dan mudah termakan oleh berita hoaks yang beredar di media sosial,terutama mengenai Pasangan Calon Presiden 2024.

Narasumber selanjutnya, Herianto menyampaikan materi terkait "Kepemiliuan dan Tahapan”. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan pemilu yang dilakukan secara langsung, umum dan bebas.

Menurut Herianto, sebagai mahasiswa intelektual di zaman era digitalisasi, maka perlu untuk melakukan tracking menjelang pemilu. Tracking dalam arti mampu melacak dan mencari tahu pasangan calon yang akan dipilih dengan tujuan tidak terpengaruh dari berita-berita tidak benar yang beredar di media sosial. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 128 orang peserta yang terdiri dari Kepala P2M, Dosen Homebase Prodi KPI, Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa dan Hima Prodi KPI.